Berita

Ilustrasi/Net

Global

Studi Kesehatan Prancis: Pandemi Covid-19 Meningkatkan Depresi di Kalangan Anak Muda

RABU, 15 FEBRUARI 2023 | 13:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pandemi Covid-19 yang disebabkan virus corona dan pembatasan untuk mengendalikannya diyakini telah ikut berperan dalam meningkatnya depresi di kalangan anak muda. Hal itu terungkap dalam sebuah studi terbaru yang dilakukan Public Health France yang dirilis Selasa (14/2).

Melalui penelitian yang dilakukan hingga 2021,  setahun setelah Covid-19 melanda,  ditemukan bahwa 20,8 persen anak usia 18 hingga 24 tahun dilaporkan mengalami episode depresi dalam 12 bulan terakhir, dibandingkan dengan 11,7 persen pada survei sebelumnya yang dilakukan pada 2017.

Tingkat di antara orang muda hampir dua kali lebih tinggi dari yang dilaporkan di antara seluruh populasi orang dewasa, berusia 18 hingga 85 tahun.


"Stres yang disebabkan oleh penyakit Covid-19 dan pembatasan yang diberlakukan untuk mengendalikannya tampaknya menjadi salah satu hipotesis utama yang menjelaskan kenaikan ini," kata Public Health France di situs webnya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (15/2).

Para ahli mengatakan dampak penguncian, jarak sosial, dan pembatasan lainnya, dirasakan lebih parah oleh pelajar dan kaum muda lainnya karena dianggap merusak periode sekali seumur hidup yang tidak dapat ditiru.

"Yang berperan besar adalah ketidakpastian tentang masa depan, yang berdampak sangat penting pada usia itu," kata Enguerrand du Roscoat, rekan penulis studi Prancis dan pakar kesehatan mental.

Survei tersebut mengonfirmasi bukti anekdotal yang diberikan oleh sejumlah profesional kesehatan mental selama pandemi Covid-19 yang melaporkan lonjakan anak muda yang berjuang melawan kecemasan dan depresi.

Survei internasional lainnya juga telah melaporkan hasil serupa.

Di Amerika Serikat, otoritas kesehatan membunyikan alarm tentang krisis kesehatan mental di kalangan siswa sekolah menengah Amerika, terutama pada gadis remaja.

Hampir tiga dari lima gadis remaja Amerika, sekitar 57 persen,  merasa sedih atau putus asa terus-menerus pada data 2021, dua kali lipat dibandingkan anak laki-laki, kata laporan itu.

Itu adalah peningkatan hampir 60 persen sejak 2011 dan tingkat tertinggi yang dilaporkan selama dekade terakhir.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya