Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jenderal Top AS: Ini Perang Paling Berdarah, Putin Sebaiknya Mengakhiri dan Mengaku Kalah

RABU, 15 FEBRUARI 2023 | 06:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia benar-benar tidak dapat mengalahkan Ukraina, menurut Kepala Gabungan Jenderal Mark Milley.

Berbicara kepada wartawan di Brussel pada Selasa (14/2), ia memastikan bahwa Rusia lebih banyak mendapatkan kerugian,  mendekati satu tahun invasinya di Ukraina.

"Presiden Rusia Vladimir Putin berpikir dia bisa mengalahkan Ukraina dengan cepat, mematahkan aliansi NATO, dan bertindak tanpa hukuman. Dia salah," kata Milley, "Rusia telah kalah!"


Ia juga menegaskan bahwa NATO dan koalisi tidak pernah sekuat ini untuk membela Ukraina, membantu negara itu bebas dari Rusia dengan  menggelontorkan banyak bantuan untuk Ukraina.

"Dunia tetap terinspirasi oleh keberanian dan ketahanan Ukraina," kata Milley, seperti dikutip dari AFP.

Pernyataan Milley muncul saat Rusia meluncurkan  serangan barunya tetapi banyak menderita kekalahan.

Bulan lalu, menurutnya, Rusia telah kehilangan lebih dari 100.000 tentara. Kerugian berlanjut setelah perintah wajib militer Putin, dengan Grup Wagner swasta melakukan pertempuran signifikan di sekitar Bakhmut, setelah merekrut pejuang dari penjara Rusia.

Hingga saat ini, Rusia telah membayar "harga yang sangat besar di medan perang" sebagai konsekuensinya. Putin bisa saja mengakhiri perang hari ini untuk menghindari lebih banyak kerugian dan mengaku kalah.

Amerika Serikat telah memberikan artileri, amunisi, pertahanan udara, dan kendaraan lapis baja ke Ukraina, bersama dengan dukungan intelijen, dengan tank Abrams M1A2.

"Ini adalah perang yang sangat, sangat berdarah, dan ada banyak korban di kedua belah pihak," katanya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya