Berita

Kandidat bakal calon presiden, Anies Baswedan/Net

Politik

Dua Masalah Fundamental yang Bisa Buat Laju Anies Gagal

SELASA, 14 FEBRUARI 2023 | 08:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Konstelasi politik menuju Pilpres 2024 masih terus dinamis. Pencapresan Anies Baswedan yang kini didengungkan oleh 3 partai bisa saja terancam gagal .

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam menilai, pemboikotan politik akan terasa semakin kuat setelah PDIP mengumumkan calon presidennya. Tidak sedikit partai yang nantinya akan putar haluan dan ikut-ikutan mendukung capres dari PDIP tersebut.

Saiful Anam memprediksi, koalisi yang terbentuk saat ini bisa terpecah dan kandidat yang kini sudah didengungkan jadi capres bisa tenggelam. Salah satunya Koalisi Perubahan yang telah mengumumkan dukungan untuk Anies Baswedan sebagai capres.


“Bisa jadi ramai-ramai partai politik memboikot Anies agar tidak dapat maju pada Pilpres 2024 mendatang," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (14/2).

Sebenarnya, kata akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, persoalan Anies hanya ada pada dua hal yang fundamental. Pertama, soal kendaraan politik yang akan mengantarkan sebagai kandidat capres. Kedua, soal potensi dirinya terlibat dalam berbagai dugaan kasus korupsi yang sedang ditangani oleh KPK.

Meski demikian, Saiful menilai peluang semua kandidat capres masih terbuka lebar. Termasuk Anies Baswedan yang bisa saja mendapat cukup dukungan dari partai dan terbebas dari dugaan korupsi KPK.

“Tapi kalau partai politik pada akhirnya enggan mencalonkan Anies, atau misalnya Anies ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi, maka dapat dipastikan Anies akan gagal sebagai kandidat capres pada 2024 mendatang," demikian Saiful.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya