Berita

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif/Net

Dunia

PM Pakistan Puji Warganya yang Sumbangkan Rp 456 Miliar untuk Korba Gempa Turki dan Suriah

SELASA, 14 FEBRUARI 2023 | 08:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aksi terpuji seorang warga Pakistan yang memberikan donasi anonim sebesar 30 juta dolar AS (456,5 miliar rupiah) untuk korban gempa bumi Turki dan Suriah, mendapat apresiasi dari Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Lewat pernyataanya di media sosial Sharif mengaku tersentuh atas aksi tersebut.

“Sangat tersentuh oleh contoh seorang pengusaha Pakistan anonim yang masuk ke kedutaan Turki di AS dan menyumbangkan 30 juta dolar AS untuk korban gempa di Turki dan Suriah,” kata Sharif, seperti dikutip dari The National, Selasa (14/2).


“Ini adalah tindakan dermawan yang luar biasa yang memungkinkan umat manusia untuk menang atas rintangan yang tampaknya tidak dapat diatasi," ujarnya.

Pada Minggu (12/2), seorang warga Pakistan, yang tinggal di Amerika Serikat, yang tidak ingin disebut namanya, menyumbangkan 30 juta dolar AS kepada kedutaan Turki untuk dipersembahkan bagi korban gempa bumi. 

Tidak ada seorang pun yang mengetahui siapa sosok dermawan tersebut, menurut The News.

Pekan lalu Sharif membentuk komite kabinet khusus untuk mengawasi pengumpulan bantuan bagi korban gempa .

Di seluruh AS, lebih dari 140 ton pasokan telah disumbangkan untuk mendukung upaya bantuan di Turki dan Suriah, lapor media lokal.

Rekaman yang dibagikan di media sosial menunjukkan lusinan kotak dan tas bergerak berisi pakaian dan persediaan lainnya di luar kedutaan Turki di barat laut Washington.

Konsulat Turki saat ini sedang mencari tenda bencana, selimut, pemanas, generator, dan perlengkapan lainnya, yang dapat diturunkan di kedutaannya.

Lebih dari 25.000 bangunan di Turki hancur atau rusak, dan satu juta orang kehilangan tempat tinggal.

"Tambahan 5,3 juta orang di Suriah telah mengungsi karena gempa," kata Sivanka Dhanapala, perwakilan UNHCR negara itu.

Korban tewas telah meningkat menjadi setidaknya 35.000 pada Senin pagi, seminggu setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda. Lebih dari 31.000 korban tewas berada di Turki.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya