Berita

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono usai Rapat Pimpinan TNI 2023 di Museum Satria Mandala, Jakarta Selatan, Kamis (9/2)/RMOL

Pertahanan

TNI Masih Cari Keberadaan Captain Philips Mark Merhntens

KAMIS, 09 FEBRUARI 2023 | 23:09 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) beserta tim terus melakukan pencarian pilot pesawat Susi Air yaitu captain Philips Mark Merhntens.

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menjelaskan bahwa pihaknya sampai saat ini masih melaksanakan observasi tempatnya di mana  pilot Susi Air disandera oleh KKB.

"Makanya untuk menentukkan itu yang pilot kan dibawa KKB apa enggak kan ini masih belum bisa dipastikan," kata  Yudo di Rapat Pimpinan TNI 2023 di Museum Satria Mandala, Jakarta Selatan, Kamis (9/2).


Yudo juga belum berani memastikan keadaan saat kejadian tersebut terjadi, sebab sejauh ini belum ada saksi yang berbicara soal tragedi pesawat Susi Air.

"Saat itu dibakar, dia larinya ke mana lari sendiri atau di bawa, sampai saat ini belom ada info. Makanya saya belom bisa menentukan itu ditahan atau tidak oleh KKB," kata Yudo.

Pesawat milik Susi Air dengan nomor penerbangan SI 9368 dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua pimpinan Egianus Kogoya di Landasan Terbang Paro, Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Selasa pagi (7/2). Pesawat Susi Air dengan nomor registrasi PK BVY dengan rute Timika-Paro.

Pilot pesawat Susi Air yaitu captain Philips Mark Merhntens, yang merupakan warga negara Selandia Baru saat ini masih dalam pencarian.

Sementara untuk 15 pekerja bangunan Puskesmas di Distrik Pati, Kabupaten Nduga, Papua dikabarkan sempat disandera dan diancam oleh KKB sebelum akhirnya melarikan diri dan diselamatkan oleh masyarakat.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya