Berita

Mahasiswa asal Takengon, Aceh Tengah, Dhaifur Rahman Mabrura, yang saat ini menempuh pendidikan di di Turki/Ist

Nusantara

Cerita Mahasiswa asal Aceh yang Selamat dari Gempa Turki

RABU, 08 FEBRUARI 2023 | 17:34 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang Turki tengah dan barat laut Suriah pada Senin (6/2) pukul 04.17 waktu setempat tampaknya bakal sulit dilupakan Dhaifur Rahman Mabrura. Ia merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang selamat dari bencana gempa dahsyat tersebut.

Butuh waktu cukup lama bagi Kantor Berita RMOLAceh untuk bisa menghubungi mahasiswa asal Takengon, Aceh Tengah itu. Dhaifur yang tengah menempuh studi di Universitas Erciyes Kayseri ini mengaku cukup terguncang.

“Diam diri di rumah, masih trauma, mau keluar salju lebat kali dari tadi enggak berhenti. Sorry banget saya baru bangun, baru bisa tidur tadi pagi soalnya,” kata Dhaifur saat membalas pesan Kantor Berita RMOLAceh, Rabu (8/2).


Dhaifur pun menceritakan kondisi saat gempa mengguncang Kayseri, kota tempat dia tinggal. Kayseri merupakan kota yang berada di bagian selatan Turki, berjarak 335 kilometer dari pusat gempa di Gaziantep, wilayah tengah Turki.

Dituturkan Dhaifur, saat gempa terjadi dirinya sedang berada di apartemen bersama sejumlah rekan asal Indonesia lainnya. Saat itu dia dan sejumlah penghuni apartemen terbangun akibat guncangan gempa dan langsung keluar dari kamar apartemennya.

“Saat itu saya dengan teman langsung keluar rumah sampai gempanya berhenti, nahasnya di luar rumah sedang turun salju lebat juga. Gempa yang pertama itu setahu saya sekitaran 75 detik lebih kurang 2 menit, saya juga enggak terlalu tahu pasti detailnya, pokoknya lama,” ujar Dhaifur mencoba mengingat.

Setelah gempa benar-benar berhenti Dhaifur kembali masuk ke dalam rumah, namun gempa susulan kembali terjadi. Mahasiswa 22 tahun yang juga pengurus Ikatan Mahasiswa Aceh Turki (Ikamat) ini bersyukur bangunan tempat tinggalnya tidak ada yang rusak.

“Soalnya tempat saya tinggal tuh bukan di titik gempanya, tapi dekat sekali dengan titik gempanya,” sebut Dhaifur.

Ditambahkan Dhaifur, saat gempa kepanikan terjadi di mana-mana, bahkan kubah masjid di dekat tempat ia tinggal runtuh. Meskipun tidak ada korban jiwa, penghuni Kota Kayseri kini mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Pastinya kami sangat cemas, tidak berani keluar rumah, cuaca juga sedang ekstrem,” ucapnya.

Dhaifur juga sangat cemas terhadap kondisi korban di lokasi pusat gempa. Dia bersama temannya yang lain sebisa mungkin membantu menyebarkan informasi terkini.

“Kita yang dekat dengan titik gempa saja secemas ini, apalagi teman kita yang di lokasi titik gempa,” imbuh alumni pesantren Ar Raudhatul Hasanah Medan angkatan 2018 ini.

Saat ini, kata Dhaifur, proses evakuasi berjalan lambat, sebab gempa berbarengan dengan turunnya salju yang lebat. Dalam semalam, suhu di lokasi gempa diperkirakan mendekati titik beku.

“Beberapa jalan rusak, salju lebat, semoga ini tidak menghambat upaya mengatasi bencana. Saya sangat cemas melihat orang-orang terjebak di bawah reruntuhan bahkan kehilangan tempat tinggal,” lanjut Dhaifur yang datang ke Turki pada 2019 silam.

Dhaifur mengatakan, saat ini sejumlah korban di titik lokasi gempa sedang dalam proses penjemputan untuk dibawa ke lokasi yang aman. Ia berharap kepada seluruh masyarakat untuk mendoakan warga Aceh dan korban bencana di Turki.

“Mohon doanya kepada seluruh masyarakat Aceh, semoga semua saudara-saudara asal Aceh yang berada di sini tetap dalam lindungan Allah SWT,” harapnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya