Berita

Bacapres Partai Nasdem, Anies Baswedan/Net

Publika

Seribu Jurus Serang Anies Baswedan

OLEH: AGUNG NUGROHO*
RABU, 08 FEBRUARI 2023 | 01:37 WIB

SETELAH Anies Baswedan menngantongi tiket pemilihan presiden (Pilpres) 2024, menyusul bergabungnya Partai Demokrat dan PKS dalam Koalisi Perubahan, membuat sejumlah pihak panik. Mereka seperti berlomba-lomba berupaya menjegal Anies.

Kepanikan tersebut juga memunculkan serangan dengan isu yang absurd dan mudah dipatahkan. Apalagi isu tersebut sebatas dilempar tanpa pernah disertai dengan bukti dan fakta yang sahih.

Ibarat cerita persilatan dalam kisah Wiro Sableng, mereka keluarkan jurus "kuyuk melempar buah" yang dapat ditangkis dengan jurus "membuka jendela, menatap rembulan".


Diawali oleh Sandiaga Salahudin Uno yang melempar isu perjanjian Anies dengan Prabowo Subianto. Sandiaga menyebut Anies ingkar janji jika maju Pilpres 2024. Karena Anies sudah berjanji dihadapan Prabowo tidak akan maju capres jika Prabowo maju capres.

Isu janji ini kembali dikuatkan oleh Sufmi Dasco Ahmad, salah satu petinggi Partai Gerindra untuk menguatkan image Anies yang ingkar janji.

Padahal perjanjian itu kaitannya pada Pilpres 2019, dimana Anies berjanji tidak akan ikut berkompetisi untuk menghormati Prabowo yang sudah mendukungnya di Pilkada DKI 2017. Di samping juga Anies ingin menunaikan tugasnya di DKI sampai tuntas 5 tahun.

Isu perjanjian Anies dan Prabowo itu patah dengan mudah karena tidak ada korelasinya dengan kehendak rakyat yang menginginkan Anies maju di Pilpres 2024.. Apalagi rakyat banyak di grassroot ternyata juga tidak peduli dengan isu yang dilempar Sandiaga Uno tersebut.

Gagal menjatuhkan citra Anies lewat isu perjanjian Anies-Prabowo, serangan kembali dilancarkan. Kali ini isu yang dilempar adalah rumor Anies berutang pada Sandiaga Uno sebesar Rp 50 miliar. Namun lagi-lagi isu dilempar tanpa bukti dan fakta.

Isu Anies utang pada Sandiaga Uno saat Pilkada 2017 itu seperti dongeng yang dibuat untuk menakut-nakuti anak kecil, karena pada dasarnya tidak pernah ada Anies utang secara pribadi pada Sandiaga Uno sebesar Rp 50 miliar untuk kebutuhan Pilkada 2017.

Tidak ada dokumen tercatat yang menyatakan Anies berutang pada Sandiaga, kapan uang itu diserahkan atau lewat rekening mana uang tersebut ditransfer.

Bahkan Sandiaga Uno sendiri mengatakan di salah satu acara podcast bahwa semua uang yang dia keluarkan untuk Pilkada DKI 2017 itu adalah dana perjuangan bukan utang.

Belum lagi ketika didesak mana bukti kalau Anies utang pada Sandiaga Uno, jawabannya ada sama si fulan. Persis seperti saat dilempar isu perjanjian Anies-Prabowo, saat ditanya mana bukti perjanjiannya selalu dijawab ada sama si fulan.

Sebenarnya isu utang ini dilempar tujuannya untuk menjatuhkan citra Anies. Karena Anies dianggap sebagai calon presiden yang tidak punya uang sehingga tidak pantas didukung untuk maju Pilpres 2024.

Namun justru dengan dilemparnya isu utang ini semakin menguatkan posisi Anies sebagai calon presiden yang tidak terjerat lingkaran setan oligarki yang selama ini mencengkram politik di Indonesia menjadi liberal dan transaksional.

Rakyat semakin yakin bahwa Anies Baswedan adalah pilihan yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan nasional yang akan membawa Indonesia berdaulat dan berkeadilan sosial.

*Penulis adalah Aktivis 98 dan Pegiat Sosial Kemanusiaan

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya