Berita

Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri/RMOL

Hukum

KPK: Tidak Ada Janji Pimpinan Bawa Lukas Berobat ke Singapura

SELASA, 07 FEBRUARI 2023 | 16:08 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak ada janji dari pimpinan KPK terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) untuk dibawa berobat ke Singapura.

Penegasan itu disampaikan oleh Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri menanggapi beredarnya sebuah foto surat yang ditandatangani oleh Lukas.

"Kami ingin tegaskan sesungguhnya tidak ada janji begitu ya, dari Ketua KPK secara khusus terhadap tersangka agar bisa berobat ke Singapura saat itu," ujar Ali kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa sore (7/2).


Ali menjelaskan, bahwa kehadiran Ketua KPK Firli Bahuri ke kediaman Lukas di Papua beberapa waktu lalu dilakukan secara terbuka dan tidak ada pembicaraan khusus. Apalagi, pertemuan tersebut boleh diliput oleh wartawan.

"Ada pihak eksternal juga dari Polda, dari Kodam ya, dari BIN Daerah, dari IDI, dari dokter KPK, dan tim penyidik KPK, termasuk ada Pak Dirdik gitu kan, di tempat yang terbuka, ada keluarga juga dari tersangka LE. Tidak ada pembicaraan-pembicaraan secara khusus, apalagi kemudian menjanjikan untuk berobat ke Singapura," kata Ali.

Dalam surat yang yang ditandatangani Lukas pada 29 Januari 2023 itu berisikan permohonan Lukas untuk dibawa ke rumah sakit di Singapura.

"Dengan hormat, Bpk Ketua yang saya hormati sesuai dgn komitmen dan janji Bpk bulan lalu untuk berobat di Singapura. Kondisi kesehatan saya semakin tidak baik selama di Rumah Tahanan KPK. Tolong Bpk mengerti kesehatan saya ini utk segera berangkatkan saya ke Singapura dan Minggu ini. Demikian lah hormat saya dalam permohonan surat ini utk dimaklumi," bunyi surat tersebut.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya