Berita

Perdana Menteri (PM) Vietnam Pham Minh Chinh/Net

Publika

Kunjungan PM Vietnam ke Singapura Menunjukkan Hubungan Kedua Negara yang Kuat dan Signifikan bagi Sentralitas ASEAN

OLEH: BENI SUKADIS*
SELASA, 07 FEBRUARI 2023 | 14:26 WIB

KUNJUNGAN Perdana Menteri (PM) Vietnam Pham Minh Chinh yang akan singgah ke Singapura dan Brunei pada 8-11 Februari 2023 ditandai dengan meningkatnya dinamika di kawasan dalam bidang politik, keamanan, dan ekonomi.

Kunjungan PM Pham ke Singapura merupakan timbal balik dari kunjungan Presiden Singapura Halimah Jacob pada Oktober 2022 lalu. Dapat dikatakan, hubungan kedua negara sangat kuat terutama hubungan ekonomi yang erat dengan perdagangan bilateral yang terus berkembang selama satu dekade terakhir. Pemimpin kedua negara berkeinginan untuk memperluas kerja sama ekonomi, meningkatkan investasi, dan mempromosikan kerja sama di bidang lain.

Tentu kunjungan PM Vietnam kali ini akan membicarakan isu-isu bilateral seperti kerja sama ekonomi, politik dan keamanan. Selain itu, isu-isu regional seperti konflik Myanmar, Laut Cina Selatan, Indo Pasifik yang Bebas dan Terbuka dan peran ASEAN dengan Keketuaan Indonesia, atau bahkan persaingan geopolitik kemungkinan besar akan masuk dalam topik diskusi.


Sementara itu, kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mr. Lloyd Austin baru-baru ini ke Manila, pada 2 Februari, untuk meningkatkan kerja sama pertahanannya dengan Filipina menjadi perhatian banyak negara di kawasan.

Selama kunjungan tersebut, AS telah mendapatkan kesepakatan baru dengan Filipina di mana AS diberikan akses ke empat pangkalan militer di Filipina. Sebelumnya, AS melalui EDCA (Enhanced Defense Cooperation Agreement) memiliki akses ke sembilan fasilitas di Filipina, namun kesepakatan terbaru AS-Filipina tersebut ditanggapi China dengan pendapat negatif yang mengatakan akan membuat kawasan tidak stabil. Perkembangan tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatnya persaingan geopolitik antara AS dan China.

Di Asia Tenggara, Vietnam adalah pendukung utama dalam penegakan hukum UNCLOS bersama dengan Singapura, Indonesia, dan Filipina. Karena sudah puluhan tahun menjadi sasaran keagresifan China terkait sengketa di Laut China Selatan.

Seperti diketahui, China telah mengklaim sebagian besar Laut China Selatan yang disebut Nine Dashed Line (NDL) yang dipersengketakan oleh 5 negara termasuk Vietnam dan Filipina. China telah meningkatkan fasilitas militernya di Spratly sehingga menjadi perhatian negara-negara ASEAN, dan juga kekuatan eksternal seperti AS, Jepang, dan sebagainya.

Seperti Singapura, Vietnam juga memiliki hubungan erat dengan AS dalam kerja sama pertahanan. Vietnam dan AS memiliki forum tinggi yang disebut Dialog Kebijakan Pertahanan (Inggris: DPD) yang memfasilitasi pertukaran informasi antara Menteri Pertahanan kedua negara.

Pada pertemuan tahun lalu, kedua negara telah mengupayakan kerja sama yang lebih besar di bidang pertahanan dan keamanan, dan juga menyoroti pentingnya kemitraan komprehensif AS-Vietnam dalam menghadapi dinamika perubahan di kawasan. AS mendukung sentralitas ASEAN dan kedua negara juga menegaskan kembali pentingnya tatanan berbasis aturan dan sangat ingin bekerja sama dengan negara-negara yang berpikiran sama untuk menyelesaikan dan mengatasi konflik di kawasan. Ini benar-benar menunjukkan kerja sama pertahanan bilateral sangat kuat dan sangat mendukung stabilitas dan keamanan kawasan.

Selain itu, dalam kesempatan kunjungan PM Pham Minh Cinh ke Singapura diharapkan dapat membicarakan pentingnya kerjasama dan keamanan regional, dan juga pelaksanaan Kemitraan Strategis bilateral. Karena sejak 2013, kedua negara telah menandatangani Kemitraan Strategis yang mencakup kerja sama di bidang politik, ekonomi, dan keamanan. Selama dekade terakhir kedua negara telah menikmati hubungan ekonomi yang kuat dan sejak tahun lalu kedua pemimpin telah menegaskan kembali promosi hubungan bilateral di bidang energi terbarukan, keamanan dunia maya, lingkungan, pendidikan dan pelatihan, ekonomi digital, transformasi digital, dan lainnya.

Vietnam dan Singapura dalam pertemuan tahun lalu menyatakan harapan untuk mengembangkan jaringan listrik yang dibangun sepanjang garis pantai Vietnam dengan mengelola energi sinar matahari dan angin. Pembangunan jaringan listrik ini, menurut Presiden Yacob, juga akan membantu solidaritas ASEAN karena dibangun melewati kawasan ASEAN dan negara lain akan mendapatkan manfaat kelebihannya. Perdagangan listrik lintas multilateral antar negara ASEAN sudah dilakukan, antara Singapura, Laos, Thailand dan Malaysia. Hal ini menunjukan langkah progresif dalam pengembangan jaringan listrik di ASEAN dan sesuai dengan visi komunitas ASEAN.  

Faktanya, Singapura adalah investor nomor dua di Vietnam yang bernilai 70,16 miliar dolar AS dan aktivitas investasinya yang sangat besar lebih dari 3.000 proyek. Ini menunjukkan bagaimana Singapura telah menjadi mitra kuat Vietnam di bidang ekonomi dan Singapura ingin terus meningkatkan hubungan tersebut. Selanjutnya, kunjungan PM Pham Vietnam sangat tepat waktu dan diharapkan oleh Presiden Singapura Mrs. Halimah Jacob bersama PM Singapura Lee Hsien Loong untuk membicarakan implementasi kerja sama ekonomi dan lain-lain.

Pertemuan kedua pemimpin diharapkan dapat menegaskan kembali dukungan kuatnya terhadap keamanan kawasan, dan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka sebagaimana tertuang dalam ASEAN Outlook on Indo Pacific, serta Sentralitas ASEAN untuk mengatasi masalah di Asia Tenggara.

Seperti disebutkan di atas, kedua negara mendukung ketertiban berbasis aturan (rule-based order) dan hukum internasional dalam konteks hubungan internasional, serta bersama Indonesia yang menjadi Ketua ASEAN 2023 diharapkan dapat mendorong sentralitas ASEAN. Semoga kunjungan ini bermanfaat bagi kedua negara di bidang politik, ekonomi, keamanan, serta juga mendorong sentralitas ASEAN dan khususnya bagi stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan.

*Peneliti Keamanan nasional LESPERSSI (Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis), Jakarta.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya