Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Firli Bahuri/Net

Publika

Mendigdayakan NU Jemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru Indonesia Bebas dari Praktik Korupsi

SELASA, 07 FEBRUARI 2023 | 08:17 WIB | OLEH: H. FIRLI BAHURI

HARI ini, Selasa 7 Februari 2023, kita segenap bangsa Indonesia dan khususnya warga nahdliyin, akan memperingati Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), organisasi sosial keagamaan terbesar di jagad raya, yang memiliki peran sentral bagi peradaban umat manusia beserta alam semesta.

Sebagai komponen bangsa yang memiliki basis dukungan sosial kemasyarakatan di penjuru tanah air, dari Sabang sampai Merauke, mulai Miangas hingga Pulau Rote, segenap insan nahdliyin terpanggil bergerak, sekaligus menjadi influencer bagi anak-anak bangsa lainnya untuk bersama-sama menjaga, merawat sekaligus membesarkan republik yang kita cintai ini.

Tak lekang oleh waktu, panggilan suci nan mulia  sebagai penyelamat bangsa dan negara, senantiasa dilakukan dengan kerelaan yang luar biasa oleh kaum nahdliyin dari masa ke masa, sejak zaman dulu hingga masa kini.


Saya menilai bahwasanya dari dalam hati sanubari kaum nahdliyin, telah terpatri rasa tanggung jawab besar untuk senantiasa mengawal arah, perjalanan dan tujuan bangsa Indonesia, sebagaimana termaktub dalam mukadimah UUD 1945.

Penilaian dan analisa ini dapat saya katakan, mengingat NU telah tercatat dalam sejarah perjuangan kemerdekaan di republik ini, dan NU telah berbuat banyak bagi persatuan, kesatuan serta kemajuan bangsa dan negara di berbagai bidang, mulai dari agama, pendidikan, sosial-ekonomi, hingga pemberantasan korupsi yang telah berurat akar di negeri ini.

Sumbangsih dan wujud nyata serta peran aktif NU dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, dapat dilihat dari nilai-nilai pendidikan antikorupsi dalam perspektif Islam, yang senantiasa ditanamkam sejak dini kepada para nahdliyin di sekolah, mulai dari pesantren hingga bangku kuliah, untuk disebarkan ke umat.

Konsistensi dan tekad kuat NU dalam membentuk dan membangun karakter bangsa antikorupsi, lambat laun diikuti oleh organisasi sosial lintas agama lainnya, bahkan menjadi trend center.

NU adalah pelopor recovery sekaligus restrukturisasi pembangunan akhlak dan karakter antikorupsi pada diri anak-anak Indonesia, dengan menyemai beni-benih antikorupsi sejak dini, karena kaum nahdliyin sadar bahwasanya korupsi adalah musuh agama dan aliran kepercayaan apa pun di NKRI.

Perlu dicatat, tidak ada agama atau aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di republik ini yang menganjurkan umat atau penganutnya untuk melakukan korupsi.

Tegas saya nyatakan bahwa para pelaku tindak pidana korupsi adalah perusak, pengkhianat bahkan pembunuh agama yang dianutnya sendiri,  نَعُو�'ذُبِاللهِ مِن�' ذَالِكَ. Naudzubillah min dzalik

Nilai-nilai dan ruh antikorupsi juga selalu digelorakan oleh ulama dan para kiai NU dalam setiap kegiatan keagamaan, seperti di setiap khutbah Jumat, kultum (kuliah 7 menit) usai shalat fardu atau pengajian, dengan narasi yang sejuk dan teduh, sehingga benih-benih antikorupsi dapat diterima, dipahami, dan dijalani umat.

Sosok seorang nahdliyin yang memiliki kepribadian kuat, akhlak, moral dan berbudi pekerti luhur, jujur, sederhana serta menjunjung tinggi integritas sebagai makhluk ciptaan-Nya, tentunya menjadi contoh sekaligus panutan bagi kita, segenap anak bangsa dalam menjalani hidup dan kehidupan di republik ini.

Syukur Alhamdulillah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) banyak diisi oleh insan-insan antikorupsi yang memiliki ruh dan karakter serta kepribadian seorang nahdliyin.

Sosok seorang nahdliyin-lah yang senantiasa membakar semangat pengabdian tanpa batas para penggawa antikorupsi di KPK.

Sama halnya dengan NU, kami memandang tugas dan kewajiban yang penuh risiko dalam memberantas korupsi di bumi pertiwi, sebagai panggilan sekaligus bentuk kecintaan serta ketaan kami kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Percuma menyebar teror untuk menakut-nakuti punggawa-punggawa antikorupsi KPK, mengingat segenap insan KPK yang memiliki semangat dan ruh seorang nahdliyin, telah mewakafkan diri dan keluarga dalam perang badar melawan korupsi di republik ini.

Tidak berlebihan jika saya katakan, bahwasanya setiap insan KPK dan elemen bangsa antikorupsi yang ikut andil dalam perang badar melawan korupsi di indonesia, sejatinya adalah seorang nahdliyin alami.

Siapa pun yang mengaku NU atau memiliki ruh seorang nahdliyin, tentunya tidak akan pernah berdiam diri dan membiarkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan seperti korupsi, karena seorang nahdliyin tentunya mengetahui dampak destruktif korupsi yang bukan hanya merugikan keuangan negara semata, namun dapat menghancurkan suatu bangsa karena korupsi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap khittah kenegaraan.

Anak-anak bangsa yang memiliki karakter seorang nahdliyin, sangat dibutuhkan untuk menjaga khittah kenegaraan yang sejatinya adalah manifestasi cita-cita berdirinya republik ini, yang tak lain melindungi, menyejahterakan segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, mulai Miangas hingga Pulau Rote.

“Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru” yang diusung sebagai Tema Besar Harlah 1 Abad NU sangat tepat, untuk mengingatkan para nahdliyin agar senantiasa mengembangkan kapasitas dan kapabilitasnya sebagai pelopor sekaligus salah satu motor kemajuan bangsa.

Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru dengan semangat dan ruh antikorupsi  tentunya akan mewujudkan cita-cita para nahdliyin dan tentunya harapan segenap bangsa Indonesia, yang mendambakan Indonesia Maju, Indonesia Makmur, Indonesia Jaya, dimana semua cita-cita dan harapan tersebut dapat diwujudkan apabila Indonesia bersih dari praktik-praktik korupsi.

Kami ucapkan selamat memperingati Harlah 1 Abad NU, terima kasih atas khidmat NU dalam menyebarkan aswaja dan meneguhkan komitmen kebangsaan, dengan semangat antikorupsi, mari bersama kita hadirkan kejayaan umat, bangsa, rakyat dan negara, dalam bingkai NKRI, bersatu berantas korupsi, mengabdi tak henti untuk negeri.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI)

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya