Berita

Tim penyelamat mencari orang-orang yang terjepit di antara reruntuhan setelah gempa berkekuatan 7,8 SR menerjang Turki/Net

Dunia

Kirim Ucapan Duka Cita, Xi Jinping Yakin Turki dan Suriah Mampu Atasi Dampak Bencana

SELASA, 07 FEBRUARI 2023 | 05:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ungkapan duka cita mendalam disampaikan Presiden China Xi Jinping kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Bashar al-Assad atas gempa bumi yang mengguncang Turki dan Suriah.

"Atas nama pemerintah Tiongkok dan rakyat Tiongkok, Saya menyatakan belasungkawa yang mendalam kepada para korban dan simpati yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan dan yang terluka," kata Xi, seperti dikutip dari Global Times, Senin (6/2).

"Saya percaya bahwa di bawah kepemimpinan presiden Turki dan Suriah, pemerintah dan rakyat akan mengatasi dampak bencana dan membangun kembali tanah air mereka sedini mungkin," tambahnya.


Gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter melanda Turki dan negara sekitarnya pada Senin pagi, menewaskan ribuan orang dan melukai ribuan lainnya.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa berkekuatan 7,8 SR itu terjadi pada pukul 04:17 waktu setempat di kedalaman 24,1 kilometer di dekat kota Nurdagi Provinsi Gaziantep di selatan Turki, yang terletak di sepanjang perbatasannya dengan Suriah.

Presiden Erdogan mengatakan gempa itu adalah yang paling parah yang melanda Turki sejak 1939.

Juru Bicara Badan Kerjasama Pembangunan Internasional China, Xu Wei, mengatakan bahwa China sedang berkomunikasi dengan otoritas terkait dari kedua negara dan siap memberikan bantuan kemanusiaan darurat sesuai dengan kebutuhan para korban.

Sebelumnya ucapan duka juga disampaikan Kementerian Luar Negeri China.

"China mengikuti dengan cermat situasi di Turki dan Suriah dengan harapan tulus agar orang-orang di sana dapat mengatasi bencana dan membangun kembali rumah mereka secepat mungkin," kata Juru Bicara Kementerian Mao Ning pada konferensi pers Senin.

Mao mengatakan bahwa kedutaan dan konsulat China di Turki dan Suriah segera menerapkan mekanisme tanggap darurat untuk memverifikasi apakah ada warga China yang terkena dampak gempa dan belum menerima laporan semacam itu.

"Orang China di Turki dan Suriah diingatkan akan kemungkinan bencana sekunder," kata Mao.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Bripda Nopandri Anggota Polres Katingan Ditemukan Wafat Usai Gerebek Bandar Narkoba

Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:06

GreenBus Pertamina, Ajak Generasi Muda Belajar dari Kampung Hijau Cemara

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:46

Aipda Endang Karyana Gugur usai Tertabrak Tugas di Tol Joglo

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:39

Bank Mandiri Taspen Gelar Appreciation Night Bersama Media di Pantai Sanur

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:10

Kapolri Pimpin Sertijab Enam Kapolda dan PJU Mabes

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:34

Ulang Tahun, Dasco Ucapkan Selamat untuk Nadiem Makarim

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:08

Terus Ada, Ada Terus, BNI Hadirkan Ragam Promo Spesial 80 Tahun Pengabdian

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:44

Partai Demokrat Ajak Publik Terlibat Tentukan Logo HUT ke-25

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:52

Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Ini Jadwalnya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:25

KAI Group Angkut 258,99 Juta Penumpang di Semester I 2026

Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:57

Selengkapnya