Berita

Mantan direktur jenderal pasukan paramiliter tertua di India, Assam Riffles, Letnan Jenderal (Purn) Shokin Chauhan dalam seminar internasional "75 Year of India Independence: Progress Jammu and Kashmir" pada Jumat, 3 Februari 2023/Net

Dunia

Mantan Jenderal India: Ancaman Terorisme Hambat Pembangunan Jammu dan Kashmir

MINGGU, 05 FEBRUARI 2023 | 06:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kekerasan yang melanda rakyat di wilayah Jammu dan Kashmir (J&K) India, telah menghambat kemajuan pembangunan di wilayah tersebut. Sehingga persoalan ini harus segera diatasi.

Hal itu disampaikan oleh mantan direktur jenderal pasukan paramiliter tertua di India, Assam Riffles, Letnan Jenderal (Purn) Shokin Chauhan selama seminar internasional "75 Year of India Independence: Progress Jammu and Kashmir" pada Jumat (3/2).

Chauhan menyebut eksistensi kelompok teroris asing
yang disinyalir berasal dari Pakistan tersebut telah membuat kemajuan di wilayah J&K sulit diraih.

yang disinyalir berasal dari Pakistan tersebut telah membuat kemajuan di wilayah J&K sulit diraih.

"Keberadaan kelompok teroris asing ini menyebabkan Jammu dan Kashmir di bawah India sulit untuk membangun," kata Chauhan.

Menurutnya, wilayah J&K akan bangkit jika masalah terorisme ini berhasil diatasi oleh pemerintah India.

"Kunci dari perubahan di Jammu dan Kashmir adalah mengurangi tindak terorisme," tegasnya.

Lebih lanjut, Chauhan mengungkapkan bahwa saat ini kondisi kekerasan di J&K berangsur menurun.

"Ancaman kekerasan sudah berkurang sehingga Jammu-Kashmir tidak lagi dimanfaatkan negara lain," tambahnya.

Chauhan menilai penting untuk memanfaatkan perubahasan tersebut dengan menggencarkan pembangunan  J&K di berbagai bidang.

"Dengan adanya perubahan di Kashmir maka diperlukan perubahan dengan pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan industry," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya