Berita

Mario Giro/Net

Dunia

Tokoh Kemanusiaan: Dunia Tidak Berbuat Cukup untuk Mengakhiri Perang Ukraina

SABTU, 04 FEBRUARI 2023 | 15:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Konflik militer Rusia dan Ukraina terus berlangsung hingga saat ini sejak dimulainya invasi Moskow Februari tahun lalu. Berbagai upaya perdamaian terus dilakukan meskipun belum mencapai hasil maksimal.

Menurut Mario Giro, juru bicara Comunita Di Santegidio, sebuah asosiasi kemanusiaan yang berbasis di Roma, Italia, mengatakan semua terjadi karena dunia tidak berbuat cukup untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Giro mengatakan kepada The National bahwa ini adalah tanda bahwa sistem multilateral sedang mengalami krisis.


“Secara politis, kita tidak melakukan cukup. Dan ini sangat menyakitkan,” kata Giro, yang secara pribadi telah terlibat dalam negosiasi perdamaian setidaknya dalam 17 konflik termasuk di Libya dan Aljazair.

Comunita Di Santegidio mendapat penghargaan atas kontribusinya terhadap keberhasilan negosiasi perdamaian dan penyelesaian konflik melalui diplomasi agama dan dialog antar budaya, mempromosikan perdamaian di berbagai tempat di seluruh dunia, dari Guatemala hingga Mozambik.

Berbicara sebelum upacara penghargaan di Abu Dhabi pada Sabtu, Giro, mantan wakil menteri luar negeri Italia, mengatakan salah satu alasan organisasi seperti Comunita Di Santegidio berhasil ketika pemerintah gagal adalah karena tidak memiliki agenda tersembunyi.

“Negosiasi politik memiliki kepentingannya masing-masing,” katanya.

Namun, dia menambahkan, tidak ada yang mendekati organisasinya untuk merundingkan perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

“Biasanya masyarakat internasional terburu-buru dalam hal mediasi. Anda membutuhkan banyak kesabaran," katanya.

Comunita Di Santegidio memiliki kantor perwakilan di 73 negara yang juga membantu pengungsi dan mendukung integrasi mereka ke dalam masyarakat tuan rumah melalui prakarsa “Koridor Kemanusiaan” mereka, yang juga memberikan dukungan kepada masyarakat miskin di seluruh dunia.

Giro mengatakan organisasinya sejauh ini berhasil menyelesaikan 6.000 pengungsi Suriah di berbagai negara di seluruh Eropa, meskipun ada tekanan politik.

“Ini terlepas dari lanskap politik sayap kanan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sipil jauh lebih ramah dan menerima daripada pemerintah mereka,” katanya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya