Berita

Gubernur Jatim, Khofifah/Net

Publika

Khofifah Digadang jadi Cawapres Anies

OLEH: TONY ROSYID*
SABTU, 04 FEBRUARI 2023 | 03:42 WIB

ANIES Baswedan sudah dapat tiket untuk maju capres. Meski tiga partai yaitu Nasdem, Demokrat dan PKS belum secara bersama-sama deklarasi, tapi masing-masing anggota Koalisi Perubahan ini telah membuat pernyataan resmi mendukung Anies Rasyid Baswedan sebagai capres.

Nasdem deklarasi tanggal 3 Oktober 2022, Demokrat mengumumkan dukungan resminya tanggal 26 Januari 2023 dan PKS tanggal 30 Januari 2023. Diskusi tim kecil dan penantian panjang publik terjawab sudah bahwa Anies akan maju dari Koalisi Perubahan.

Sesuai Pasal 222 UU Pemilu No 7 Tahun 20017, Anies telah memenuhi syarat untuk nyapres karena telah mengantongi lebih dari batas minimal Presidential Threshold yaitu 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara perolehan partai koalisi.


Perolehan suara Nasdem 9,5 persen, Demokrat 7,77 persen dan PKS 8,21 persen. Total suara Koalisi Perubahan 25,03 persen. Kalau dilihat dari jumlah kursi di DPR, Nasdem 10,26 persen, Demokrat 9,39 persen dan PKS 8,70 persen. Total 28,35 persen.

Semua keraguan selama ini terkait pencapresan Anies telah terjawab bahwa Anies telah memenuhi syarat untuk maju di Pilpres 2024 melalui Koalisi Perubahan. Pendukung Anies memenangkan pasar taruhan yang selama ini ditawarkan oleh para pendukung lawan.

Untuk maju capres, Anies harus punya pasangan. Kapan pasangan Anies akan diumumkan dan siapa namanya? Ini yang masih menjadi teka teki dan membuat penasaran publik. Akan tetapi, sejak Demokrat umumkan dukungan resmi kepada Anies, urusan cawapres menjadi relatif mudah. Tiga partai solid dan kompak serahkan cawapres kepada Anies.

Mengacu pada pemilu-pemilu sebelumnya, cawapres biasanya muncul belakangan. Bahkan bisa H-1 pendaftaran. Masing-masing capres dan koalisinya saling memantau dan mengintip siapa yang akan dijadikan pasangan oleh lawan. Sebab, skema siapa berpasangan dengan siapa ikut mempengaruhi elektabilitas dan menentukan kemenangan.

Bagi Anies, selain faktor elektabilitas dan restu partai-partai dalam koalisi, cawapres harus orang yang punya pengalaman dan kemampuan. Inilah idealisme seorang akademisi tokoh seperti Anies.

Bagi Anies, apa gunanya menang jika tidak bisa mengisi kemenangan itu dengan baik? Apa ginanya menang kalau tidak mampu membangun perubahan? Hanya sekedar ingin jadi penguasa, atau ingin membuat perubahan? Dua hal yang amat berbeda.

Memilih nama Koalisi Perubahan ada konsekuensinya. Apa yang mau diubah? Di sini rakyat punya ekpektasi yang tinggi dan akan menunggu janji perubahan itu. Janji perubahan tidak akan terwujud jika Anies tidak didukung oleh para teknokrat yang berpengalaman dan mumpuni.

Langkah perubahan harus diawali dengan memilih pasangan yang di mata publik diyakini mampu bekerja dan membuat perubahan  itu. Bukan sekedar pasangan vote getter. Apalagi pasangan titipan partai, atau lebih parah lagi, titipan oligarki. Bukan pasangan yang hanya mengandalkan popularitas atau mampu menyediakan logistik.

Di Pilkada, pasangan semacam ini banyak terjadi. Setelah menang, kerjanya hanya bagi-bagi dan korupsi. Negara tersandera oleh popularitas dan modal mereka.

Di mata publik, pasangan yang siap kerja, juga memenuhi syarat elektabilitas dan berpeluang diterima oleh partai-partai Koalisi Perubahan adalah Khofifah.

Selain punya integritas, Khofifah punya pengalaman cukup panjang di Pemerintahan. Khofifah pernah menjadi menteri Sosial dan Gubernur Jawa Timur. Mirip dengan Anies, menjadi
Mendikbud dan Gubernur DKI. Keduanya tahu persoalan di pusat, dan memahami berbagai persoalan di daerah. Klop.

*Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya