Berita

Presiden Aleksandar Vucic mencoba menenangkan anggota parlemen saat sesi debat yang ricuh, Kamis 2 Februari 2023/Net

Dunia

Anggota Parlemen Serbia Bentrok dalam Debat Menegangkan Soal Kosovo, Ada yang Teriak Memaki Vucic

JUMAT, 03 FEBRUARI 2023 | 06:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menjadi anggota Uni Eropa adalah fokus utama Serbia saat ini. Untuk itu, Beograd perlu melanjutkan pembicaraan dengan Pristina tentang normalisasi hubungan dalam kerangka rencana perdamaian internasional terbaru, sebagai  jalan menuju keanggotaan blok itu.

Presiden Aleksandar Vucic menyadari pemerintahannya saat ini berada dalam posisi yang sulit. Selama sesi khusus parlemen pada Kamis (2/1), ia mengungkapkan bahwa situasinya sangat sensitif, di mana pada satu sisi ia membantu orang-orang Serbia yang berada di di Kosovo dan Metohija, tetapi di sisi lain, ia harus menghindari kecaman dan hukuman Barat. Belum lagi ia harus terus memikirkan kepentingan nasional yang vital lainnya, dan tentu saja semua itu membutuhkan tenaga ekstra dengan tubuh dan pikiran yang sehat.
 
Bulan lalu utusan UE, AS, Jerman, Prancis, dan Italia bertemu dengan para pemimpin dari kedua negara untuk mencoba meyakinkan mereka untuk menandatangani kesepakatan 11 poin yang dimaksudkan untuk meredakan ketegangan yang berkepanjangan sejak konflik 1998-99.
 

 
Vucic mengatakan kepada parlemen, utusan tersebut memperingatkan bahwa jika Serbia tidak menerima proposal tersebut, pembicaraan keanggotaan UE akan dihentikan dan akses ke dana dan investasi pra-aksesi ditolak.
 
"Keanggotaan UE sangat penting bagi kami. Seseorang tidak dapat berfungsi tanpa sekutu," kata Vucic, seperti dikutip dari AP.

Vucic mengatakan bahwa langkah pertama dalam dialog dengan Pristina adalah pembentukan Asosiasi Kotamadya Serbia, seperti yang disepakati kedua pihak pada 2013. Dan, di bawah rencana internasional, kedua negara harus membuka kantor perwakilan di ibu kota masing-masing dan bekerja untuk menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan.

Beberapa anggota oposisi keberatan apa yang dipaparkan Vucic tersebut. Sesi khusus parlemen yang semula tenang berubah tegang dengan beberapa anggota parlemen beberapa kali memotong pidato Vucic.

Pertikaian pun pecah saat perwakilan oposisi terus-menerus melontarkan hinaan kepada Vucic. Ketua Parlemen, Vladimir Orlic memberi peringatan keras tetapi gagal. Selain itu, perwakilan oposisi membawa beberapa spanduk ke aula.

Vucic berusaha menenangkan dengan mengatakan bahwa meskipun rencana saat ini menawarkan sedikit keuntungan bagi Serbia, pembicaraan dengan Kosovo harus dilanjutkan.

Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia pada 2008, satu dekade setelah pemberontakan gerilya melawan pemerintahan represif Beograd. Selama dekade terakhir, keduanya telah mengadakan pembicaraan normalisasi di bawah mediasi UE, yang selalu berakhir dengan kegagalan.

Sekitar 100.000 orang Serbia tinggal di Kosovo. Separuh dari mereka tinggal di wilayah utara yang berbatasan dengan Serbia dan menolak untuk mengakui institusi Pristina. Mereka memiliki sistem administrasi dan perawatan kesehatan mereka sendiri.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya