Berita

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam/Net

Politik

Nasdem Akan jadi Bahan Pergunjingan Parpol Lain jika Tidak Segera Tentukan Sikap

SELASA, 31 JANUARI 2023 | 23:17 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Nasdem akan terus menjadi bahan pergunjingan partai politik (parpol) lain jika tidak segera menentukan sikap, tinggalkan Anies Baswedan atau tinggalkan koalisi Joko Widodo.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengatakan, saat ini Nasdem tidak punya pilihan banyak selain tinggalkan Anies yang telah dideklarasikan sebagai calon presiden (capres) atau tinggalkan Jokowi dengan risiko para menteri dari Nasdem akan didepak dari kabinet.

"Dengan adanya berbagai macam tekanan dan ancaman mundur dari parpol koalisi pemerintah lainnya, maka tidak banyak pilihan Nasdem selain hengkang dari parpol pendukung pemerintah atau tinggalkan Anies untuk bersama-sama mendukung pemerintahan Jokowi sampai dengan 2024 mendatang," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (31/1).


Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini menilai, kalkulasinya sangat jelas, apabila berseberangan dengan parpol koalisi pemerintah, maka sebaiknya Nasdem pertimbangkan untuk meninggalkan Jokowi. Atau jika masih ingin bersama-sama dengan parpol koalisi pemerintah, maka pilihannya adalah melepas Anies Baswedan sebagai capres diusung Nasdem pada 2024 mendatang.

Pilihan-pilihan tersebut, menurutnya, tidak sulit dipahami bahkan dipilih oleh Nasdem, jika ingin lebih leluasa menentukan arah masa depan partai.

"Maka dia pilihan tersebut harus segera ditentukan oleh Nasdem, karena kalau tidak maka Nasdem akan selalu menjadi bahan pembicaraan bahkan selalu akan menjadi bahan pergunjingan oleh parpol-parpol lainnya," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya