Berita

Ilustrasi/Net

Politik

JPPR: Problem Sistem Pemilu Bukan Soal Terbuka atau Tertutup, tapi Komitmen Parpol

SABTU, 28 JANUARI 2023 | 14:31 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perdebatan penerapan sistem pemilu oleh partai politik (parpol), apakah menggunakan daftar terbuka atau tertutup, dinilai bukan menjadi persoalan utama dalam melahirkan pemerintahan yang baik.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (Kornas JPPR), Nurlia Dian Paramitha, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (28/1).

"Sebetulnya kajian kita (JPPR), soal tertutup atau terbuka itu tergantung partai politiknya juga, bagaimana berkomitmen menghadirkan calon yang terbaik," ujarnya.


Ia memaparkan, berdasarkan evaluasi JPPR terhadap praktik sistem pemilu terbuka yang telah diterapkan selama 5 kali pemilu, punya kesamaan dengan alasan pemohon gugatan uji materiil Pasal 168 ayat (2) UU Pemilu di MK, yaitu sistem terbuka meningkatkan politik uang.

"Nah, policy itu kan menjadi salah satu hal yang dinamikanya cukup reflektif ya. Kalau kita lihat sudah 4-5 kali menyelenggarakan pemilu terbuka. Terkahir kan semi terbuka saja kan. Terus sekarang terbuka kan," urainya.

"Persaingan antar calon kan menjadi sangat berat kalau yang kita ketahui ya. Dan kalau dari hasil kajiannya BRIN, itu politik uang cukup tinggi kalau terbuka," tambahnya.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya