Berita

Kim Yo-jong

Dunia

Kecam Washington karena Kirim Tank ke Ukraina, Adik Kim Jong-un: Jika Bukan karena AS Dunia akan Indah dan Lebih Aman

SABTU, 28 JANUARI 2023 | 13:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan Amerika Serikat mengirim bantuan militer ke Ukraina mendapat kecaman dari adik pemimpi tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un.

Dalam pernyataannya pada Jumat (27/1), Kim Yo-jong, Wakil Direktur Departemen Komite Sentral Partai Buruh Korea itu mengatakan bahwa Washington telah melintasi "garis merah."

"AS, yang mengekspos seluruh benua Eropa ke dalam bahaya  perang dan menyebabkan kekhawatiran besar dan kecil, kini semakin melewati garis merah," kata Kim Yo-jong, seperti dilaporkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).


Pernyataan itu muncul setelah AS memutuskan untuk mengirim 31 tank M1 Abrams ke Ukraina awal pekan ini. Kim Yo-jong

"Saya menyatakan keprihatinan serius atas AS yang meningkatkan situasi perang dengan menyediakan perangkat militer kepada Ukraina untuk serangan darat, dan mengecam keras itu," kata Kim.

AS memiliki niat jahat dengan bersembunyi di balik bantuan militer ke Ukraina, katanya, itu untuk mewujudkan tujuan hegemonik AS dengan memperluas perang proksi untuk menghancurkan Rusia. Jika bukan karena Amerika Serikat, maka dunia akan menjadi tempat yang lebih cerah, lebih aman, dan lebih damai.

Ia bersumpah, bahwa DPRK akan selalu berdiri di parit yang sama, bersama dengan tentara dan rakyat Rusia.  

"Berdiri untuk membela martabat dan kehormatan negara dan kedaulatan. dan keamanan negara mereka," katanya, menekankan bahwa negaranya meyakini senjata apa pun yang dibanggakan Amerika Serikat dan Barat akan terbakar menjadi debu di hadapan tentara Rusia yang heroik.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya