Berita

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio/RMOL

Politik

Hensat: Nasdem Jangan Bicara Cawapres, Jika Sudah Dipercayakan ke Anies

JUMAT, 27 JANUARI 2023 | 21:33 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penetapan calon wakil presiden (cawapres) di Koalisi Perubahan diberikan catatan oleh pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio.

Sosok yang kerap disapa Hensat ini mengungkit soal pernyataan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, yang menyatakan bahwa cawapres ditentukan oleh Anies Baswedan yang sudah didaulat partainya sebagai calon presiden (capres) untuk Pilpres 2024.

"Yang jadi poin penting juga dalam koalisi ini (Koalisi Perubahan) adalah tentang cawapres. Nah, cawapres ini sudah titik atau masih koma?" kata Hendri Satrio melalui akun Twitternya, Jumat (27/1).


"Jadi artinya, pada saat Nasdem bicara tentang cawapres yang dipersilahkan kepada Anies Baswedan untuk memilih, itu titik atau koma," sambungnya.

Menurut akademisi politik Universitas Pramadina ini, apabila ternyata Partai Nasdem komitmen menjalankan apa yang telah diucapkan ketumnya, maka seharusnya tidak ada lagi perdebatan soal cawapres.

"Kalau titik, jangan bicara-bicara lagi tentang cawapres. Dipersilahkan kepada Anies Baswedan untuk memilih," tuturnya.

Terlebih, lanjut Hendri Satrio, Anies sebagai orang yang menerima tugas untuk menetapkan cawapres yang akan mendampinginya, dia lihat, sudah membuat kriteria untuk menyeleksi tokoh-tokoh yang ada.

"Kemarin, dia (Anies Baswedan), sudah menyampaikan 4 kriteria tuh. Yang nomor 4 (kriterianya) yang paling penting. Chemistry," ujar Hendri Satrio mengurai.

"Sehingga, tidak ada rebutan panggung di antara presidan dan wakil presiden nantinya," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

DPR Minta Pengusaha Klub Malam Jangan Beri Ruang Peredaran Narkoba

Selasa, 09 Juni 2026 | 02:09

Telkom Bersama KIP Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:45

Buku ‘Presiden Solusi’ Ulas Rekam Jejak Transformasi Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:20

Ratifikasi ILO C188 Jangan Ulangi Kesalahan Implementasi MLC 2006

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:01

Miris! Purbaya Belum Siapkan Insentif buat Pedagang Tahu Tempe

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:42

Keanu Bantah Terima Duit Penipuan Jemaah Umrah Hanania

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:16

Ketum PPP Mardiono Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Pemalsuan Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:12

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Bupati Muara Enim Dkk Langsung Digiring ke KPK Usai Terjaring OTT

Senin, 08 Juni 2026 | 23:45

Segel Gerai Tiffany & Co Dibuka Usai Sepakat Bayar Denda Rp97,49 M

Senin, 08 Juni 2026 | 23:16

Selengkapnya