Berita

Seorang demonstran berdiri di depan ban yang sengaja dibakar dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan polisi Haiti, di Port-au-Prince pada Kamis, 26 Januari 2023/Net

Dunia

10 Aparat Dibunuh Geng Bersenjata, Polisi Haiti Geruduk Rumah Perdana Menteri

JUMAT, 27 JANUARI 2023 | 11:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sekelompok polisi melakukan aksi unjuk rasa dengan menyerang kediaman pribadi Perdana Menteri Haiti Ariel Henry, setelah 10 rekannya dilaporkan tewas oleh anggota geng bersenjata.

Polisi yang marah meminta pemerintah untuk bertanggung jawab atas kematian rekan mereka dengan memecahkan jendela beberapa mobil di sekitar rumah Henry di ibukota Port-au-Prince pada Kamis (26/1).

Menurut video yang beredar di media sosial, suara tembakan juga terdengar di sekitar wilayah itu.


Bersama dengan ratusan pengunjuk rasa yang juga marah atas situasi keamanan negara yang kacau, polisi mulai memblokir jalan, menembakkan senjata ke udara dan mendirikan barikade dari ban terbakar di beberapa lingkungan kota untuk melumpuhkan lalu lintas.  

Atas situasi yang ricuh itu, sekolah terpaksa diliburkan dan transportasi umum terganggu.

Sementara itu, mendengar kabar bahwa Henry tidak berada di rumah karena menghadiri KTT Komunitas Amerika Latin dan Karibia (CELAC) yang diadakan di Argentina, para demonstran dan sekelompok polisi pergi menuju bandara dengan membabi buta.

“Orang-orang bersenjata merampok penumpang asing di tempat parkir dan menggerebek toko di bandara (Toussaint Louverture International) hingga rata dengan tanah,” lapor media lokal, seperti dikutip Anadolu Agency.

Namun dalam serangan di bandara itu, Perdana Menteri berhasil menyelinap pergi dari para demonstran.

Di tengah meningkatnya kekerasan dan pembunuhan yang menargetkan aparat keamanan, Direktur Jenderal Polisi, Frantz Elbé sempat menyatakan keadaan waspada maksimum dalam pengumumannya pada Kamis.

Pemerintah Haiti sendiri telah meminta bantuan militer kepada masyarakat internasional untuk mengatasi tindakan geng kriminal yang telah mengambil alih negara tersebut.

Minggu ini, Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres juga telah mendesak pengerahan pasukan bersenjata khusus internasional, untuk membantu mengamankan kondisi di Haiti dari geng kriminal.

Meski AS dan Kanada telah mengirimkan sejumlah peralatan militernya untuk Haiti, namun sampai sejauh ini belum ada negara yang menawarkan untuk memimpin pasukan di wilayah itu.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya