Berita

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati/Net

Nusantara

Terbebani Utang Pembangunan, Salah Satu Alasan BIJB Jual Saham ke Asing

KAMIS, 26 JANUARI 2023 | 14:13 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penawaran investasi atau pelepasan saham ke asing menjadi pilihan yang harus diambil PT Bandara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) untuk menyelamatkan Bandara Internasional Kertajati.

VP of ICT and Corcomm BIJB Kertajati, Agus Sugeng Widodo menjelaskan, penjualan saham BIJB Kertajati ke perusahaan asing merupakan keputusan bersama dan telah melalui diskusi dengan berbagai pihak.

"Artinya tidak mungkin kita gegabah masalah seperti ini (penjualan saham), tetapi salah satu (alasan) karena kondisi perekonomian kita, lalu ada orang yang mau bantu," jelas Agus, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (26/1).


Agus memastikan penjualan saham ke perusahaan asing tidak terlalu berdampak terhadap pengelolaan BIJB Kertajati. Pasalnya, PT BIJB masih menjadi pemegang utama saham.

"Kewenangan pemegang saham tetap di kita. Dan negara ataupun perusahaan asing yang ikut investasi itu akan juga mendapatkan keuntungan dengan proporsi seperti yang di UU," terangnya.

Ia mengaku kondisi keuangan BIJB Kertajati saat ini sedang tidak stabil karena masih terbebani utang pembangunan bandara. Ke depannya investor ini akan membantu beban utang BIJB Kertajati.

"Kita tahu ini dibangun dengan biaya pinjaman yang cukup besar. Otomatis itu harus ada bagi hasilnya atau bunga. Jadi ini cukup memberatkan karena kalau utang tidak ditutup sementara penghasilan belum bisa menutupi," paparnya.

Selain membantu keuangan dan pembayaran utang, PT BIJB juga akan memaksimalkan kinerja pengelola. Sehingga, pengelola sedikit lebih tenang karena soal utang bisa dibantu. Fokus untuk memajukan bandara pun akan lebih maksimal.

"Jadi menurut saya satu-satunya jalan adalah investor kita undang untuk sebagian peminjam atau perbankan. Jadi manajemen itu fokus untuk pengembangan," tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya