Berita

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian/Net

Politik

Ditegur Mendagri, Pj Kepala Daerah yang Gagal Kendalikan Inflasi Terancam Diganti

RABU, 25 JANUARI 2023 | 14:51 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Teguran keras diberikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, kepada penjabat (Pj) kepala daerah yang tak bisa mengendalikan inflasi di wilayahnya.

Teguran itu disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang berlangsung secara hybrid dari Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (24/1).

“Kalau ada (Pj kepala daerah) yang sampai tiga kali berturut-turut inflasi (daerah)-nya di atas nasional, sudahlah pasti akan out saja, pasti saya akan out-kan," terang Mendagri.

"Saya akan lapor Presiden, ganti kemudian. Tapi sebaliknya, rekan-rekan yang bisa mengendalikan inflasi dan relatif bagus, mau digoyang seperti apa kita akan pertahankan,” tegasnya.

Mendagri menambahkan, pengendalian inflasi menunjukkan kualitas kepemimpinan dari Pj kepala daerah. Sebab, pengendalian inflasi bukan sebuah pekerjaan mudah.

Di mana setiap kepala daerah harus melakukan pengecekan di lapangan dan melakukan tindakan-tindakan konkret. Seperti melalui rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), operasi pasar murah, hingga gerakan menanam.

“Ada juga yang autopilot (dalam pengendalian inflasi). Kita punya datanya, dan saya sangat warning nanti kepada rekan-rekan yang Pj, ini sudah ada 101 Pj, tahun ini ada 170, Pj-Pj ini nomor satu variabelnya, salah satu yang menjadi kriteria adalah pengendalian inflasi,” papar mantan Kapolri ini.

Lebih lanjut, meski inflasi di Indonesia masih relatif terkendali, dirinya mengingatkan semua pihak agar jangan cepat berpuas diri. Karena berdasarkan data yang dikantonginya, dibanding dengan negara lain di Asia Tenggara, inflasi Indonesia berada di posisi tengah.

Artinya, masih ada negara yang tingkat inflasinya lebih rendah. Seperti Brunei Darussalam (3,1 persen), Kamboja (3,6 persen), dan Malaysia (3,8 persen).

“(Sedangkan) di G20 kita melihat bahwa masih ada Arab Saudi, Jepang, Korsel yang relatif inflasinya di bawah kita. Meskipun negara-negara Eropa bahkan Singapura pun di atas kita. Artinya jangan cepat kita berpuas diri, kita (harus) mencapai target berkisar di tiga persenan. Itu target nasional pada waktu paripurna kemarin,” ujarnya.

Untuk mencapai hal tersebut, Mendagri menekankan perlunya kerja keras dari seluruh pihak. Tidak hanya pemerintah pusat, tetapi pemerintah daerah juga diminta melakukan intervensi-intervensi kebijakan untuk mengendalikan inflasi tersebut.

Tito mengungkapkan, telah banyak daerah yang melakukan langkah intervensi dengan baik, meski ada kecenderungan terjadi penurunan akhir-akhir ini.

Dari 6 langkah pokok pengendalian inflasi, jumlah daerah yang telah melakukan 4-5 upaya konkret mengalami penurunan signifikan. Dari 176 daerah (per 31 Desember 2022) menjadi 27 daerah (24 Januari 2023).

Berikutnya, jumlah daerah yang melakukan 1-3 upaya konkret juga turun, dari 193 daerah menjadi 156 daerah. Sebaliknya, jumlah daerah yang sama sekali tidak melakukan upaya konkret justru naik tajam, dari 17 daerah menjadi 331 daerah.

Untuk itu, Mendagri meminta agar pemerintah daerah bergerak lebih gencar dan cepat dalam upaya mengendalikan inflasi.

“Itu harapan kita,” tandasnya.

Populer

Kabar Duka, Lieus Sungkharisma Meninggal Dunia

Selasa, 24 Januari 2023 | 22:59

Herman Khaeron Jamin Duet Anies-AHY Mampu Perbaiki Kondisi Negeri

Minggu, 22 Januari 2023 | 05:51

Ini Permintaan Terakhir Lieus Sungkharisma Sebelum Meninggal Dunia

Rabu, 25 Januari 2023 | 00:19

Syahganda Nainggolan: Lieus Sungkharisma Pejuang Tangguh

Selasa, 24 Januari 2023 | 23:19

Sengkarut Pertarungan Trah Soekarno, Lebih Layak Mega atau Guntur?

Selasa, 24 Januari 2023 | 08:17

Pimpin Jateng 9 Tahun Cuma Berhasil Pangkas 1 Juta Kemiskinan, Gimana jadi Presiden RI?

Senin, 23 Januari 2023 | 15:01

Amatan Rocky Gerung, Jokowi Sedang Preteli Kekuasaan Megawati

Minggu, 22 Januari 2023 | 09:17

UPDATE

Meluas, bank bjb Gelar Workshop Bisnis PESATkan UMKM di Palembang

Selasa, 31 Januari 2023 | 10:26

Lewat Diklatnas, Hima Persis Berharap Kader Peka dengan Martabat Manusia

Selasa, 31 Januari 2023 | 10:25

Presiden Terpilih Ceko Siap Tingkatkan Kerja Sama dengan Taiwan

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:53

PSI Gelar Hajatan HUT ke-8, Presiden Jokowi akan Datang

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:40

Sentil Stafsus Sri Mulyani, Iwan Sumule: Rasio Utang Aljazair Lebih Tinggi, Tapi Bisa Gratis Banyak Hal

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:37

Bolsonaro Ajukan Visa Turis di AS, Hindari Penyelidikan Kerusuhan Brasilia?

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:28

Serangan Udara Hancurkan Konvoi Truk yang Berisi Senjata dari Iran

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:13

Dukungan PKS-Demokrat Bisa Memicu Penjegalan Anies Baswedan Semakin Kencang

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:03

Joe Biden Siap Akhiri Darurat Covid-19 AS pada 11 Mei

Selasa, 31 Januari 2023 | 08:56

Targetkan 75 Persen Suara, Gerindra Kota Bogor Optimistis Menangkan Prabowo pada Pilpres 2024

Selasa, 31 Januari 2023 | 08:53

Selengkapnya