Berita

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi saat mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl/Net

Dunia

Bahas Nuklir, Kepala Badan Energi Atom PBB Rafael Grossi Siap Berkunjung ke Teheran

RABU, 25 JANUARI 2023 | 14:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meskipun mengakui bahwa kesepakatan nuklir antara Iran dan negara-negara Barat saat ini sudah tidak berlaku lagi, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengindikasikan bahwa ia kemungkinan akan melakukan perjalanan ke Teheran bulan depan.

Berbicara kepada anggota Subkomite Keamanan dan Pertahanan Parlemen Eropa di Brussel pada Selasa (24/1), Grossi mengatakan bahwa dia berharap membuat beberapa kemajuan selama kunjungannya ke Teheran.

“Satu hal yang benar: Mereka (Iran) mengumpulkan bahan nuklir yang cukup untuk beberapa senjata nuklir pada saat ini, bukan satu," kata Rossi, mengklaim bahwa 70 kg uranium telah diperkaya dengan kemurnian 60 persen dan 1.000 kg hingga 20 persen, seperti dikutip dari AFP, Rabu (25/1).


Ambang batas untuk membuat senjata nuklir dianggap kemurniannya sekitar 90 persen.

Dia mengatakan, bagaimanapun, bahwa Iran belum memiliki senjata nuklir dan bahwa Barat harus melanjutkan upaya diplomatiknya untuk menghentikan Iran memperolehnya.

“Itulah mengapa kita harus tetap terlibat, kita harus terus bekerja, kita tidak boleh menyerah,” katanya.

Grossi mengatakan, kegiatan diplomatik terkait dengan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama, saat ini hampir tidak ada.

Uni Eropa telah memimpin pembicaraan yang bertujuan untuk mencoba meluncurkan kembali kesepakatan setelah AS menarik diri darinya pada tahun 2018.

November lalu Grossi mengatakan bahwa Iran telah memproduksi uranium yang diperkaya hingga 60 persen. JCPOA sendiri membatasi pengayaan uranium Iran sebesar 3,67 persen dengan imbalan keringanan sanksi.

Tahun lalu, IAEA juga meminta jawaban Iran terkait jejak uranium yang tidak dapat dijelaskan di tiga wilayah yang seharusnya tidak didedikasikan untuk aktivitas nuklir.

"Sebagai pembalasan, Iran memutus 27 kamera IAEA," kata Grossi.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya