Berita

Presiden Volodymyr Zelenksy/Net

Dunia

Skandal Korupsi di Tengah Gemuruh Perang, Zelensky Pecat Beberapa Pejabat Negara

RABU, 25 JANUARI 2023 | 06:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ukraina melakukan perombakan jajaran pemerintahan di tengah situasi perang, menyusul perintah Presiden Volodymyr Zelenksy untuk menata ulang para personil atas dugaan korupsi.

Seorang penasihat tinggi, empat wakil menteri, dan lima gubernur daerah, meninggalkan jabatan pada Selasa (24/1).

BBC melaporkan, yang pertama mengundurkan diri pada Selasa adalah Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina  Kyrylo Tymoshenko yang selama ini mengawasi kebijakan regional dan sering menjadi juru bicara pemerintah.


Pengunduran dirinya menyusul tuduhan yang dilontarkan jurnalis investigasi Ukraina yang mengatakan bahwa Tymoshenko kedapatan menggunakan beberapa mobil sport mahal selama perang. Tymoshenko telah memberikan bantahan, tetapi tak lama setelah itu dia mengajukan pengunduran diri.

Dalam sebuah posting Telegram, Tymoshenko berterima kasih kepada Zelensky atas "kepercayaan dan kesempatan untuk melakukan perbuatan baik setiap hari dan setiap menit."

Selanjutnya, pejabat kedua yang mengundurkan diri adalah Wakil Menteri Pertahanan Vyacheslav Shapovalov. Ia mundur setelah desas-desus skandal penggelembungan biaya pembelian makanan dan perbekalan untuk militer.

Di tanggal yang sama, Wakil Jaksa Agung Oleksiy Symonenko juga diberhentikan dalam apa yang dikatakan Kantor Kejaksaan Agung sebagai perombakan pejabat senior.

Dua wakil menteri juga diberhentikan sebagai bagian dari perombakan staf. Mereka adalah Wakil Menteri Pengembangan Komunitas dan Wilayah Viacheslav Nehoda dan Wakil Menteri Kebijakan Sosial Vitalii Muzychenko. Keduanya telah mengkonfirmasi langkah tersebut di halaman Facebook mereka.

Lima gubernur daerah juga dipecat. Mereka adalah gubernur wilayah Dnipropetrovsk, Zaporizhzhia, Kyiv, Sumy, dan Kherson.

Dalam pidatonya pada Senin malam (23/1),  Zelenskyy mengatakan bahwa fokus Ukraina pada perang tidak akan menghentikan langkah pemerintah untuk memberantas korupsi.

Gerakan anti-korupsi sangat penting jika Ukraina ingin memajukan permohonannya untuk menjadi anggota Uni Eropa. Untuk mendapatkan keanggotaan UE, negara-negara harus memenuhi serangkaian kondisi ekonomi dan politik yang terperinci, termasuk komitmen terhadap supremasi hukum dan prinsip-prinsip demokrasi lainnya.

Skandal korupsi Ukraina menyeruak pada 22 Januari, ketika Kementerian Pertahanan dituduh oleh sebuah surat kabar investigasi membayar lebih kepada pemasok makanan tentara. Kementerian mengatakan tuduhan itu tidak berdasar. Pada hari yang sama, Wakil Menteri Infrastruktur Ukraina Vasyl Lozynskiy, ditahan karena dicurigai menerima suap 400.000 dolar AS atas impor generator.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya