Berita

Anies Baswedan/Net

Politik

Kata Hensat, Akan Ada Tiga Kelompok Bereaksi pada Pesan di Kaos Anies Baswedan

SENIN, 23 JANUARI 2023 | 19:22 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pesan politik yang disampaikan oleh calon presiden (capres) Partai Nasdem, Anies Baswedan melalui tulisan di kaos yang dikenakannya dianggap akan memunculkan tiga kelompok dengan reaksi yang bermacam-macam.

Begitu yang disampaikan oleh Pendiri lembaga survei Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio alias Hensat menanggapi tulisan pada kaos yang dikenakan oleh Anies, yakni bertuliskan "Abdi Nu Ngider Naha Anjeun Nu Keder" yang artinya "Akulah yang bepergian Mengapa kamu gemetar?"

"Setiap komunikasi politik itu, pasti ada maksud-maksud politik juga, Apalagi yang mengenakan kaos itu adalah tokoh politik," ujar Hensat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (23/1).


Adapun tiga kelompok yang dimaksud Hensat, yaitu kelompok yang bersinggungan dengan pesan komunikasi politik, kelompok yang tidak bersinggungan dengan pesan komunikasi politik tersebut, dan kelompok yang tidak merasa bagian dari yang bersinggungan maupun yang tidak bersinggungan.

Hensat menilai, hanya Anies yang mengerti siapa yang disinggungnya melalui tulisan pada kaos yang dikenakannya. Akan tetapi, setiap kali seorang tokoh berkeliling, seperti Anies, Ganjar Pranowo, Erick Thohir, Sandiaga Uno, Puan Maharani, Prabowo Subianto dan lainnya, pasti menimbulkan reaksi politik yang bermacam-macam.

"Nah salah satunya adalah, ada beberapa kelompok yang berkeberatan bila seorang tokoh mensosialisasikan dirinya, mempromosikan dirinya keliling menyapa masyarakat," tuturnya.

"Jadi, sebetulnya bukan cuma Anies aja tuh yang sering dianggap keder, yang tokoh-tokoh lain pun dipandang orang yang bukan mendukung tokoh tersebut, akan seperti itu, dikritis, ngapain sih muter-muter, orang kampanye belom, kan kaya gitu kira-kira," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya