Berita

Maia Sandu dan Igor Dodon/Net

Global

Igor Dodon: Maia Sandu Mendorong Moldova Jadi Umpan Meriam dalam Perang Proksi NATO-Rusia

SENIN, 23 JANUARI 2023 | 07:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sikap Moldova yang ingin bergabung dengan aliansi militer pimpinan Amerika Serikat di tengah konflik Rusia dan Ukraina disesalkan Igor Dodon, mantan presiden negara itu.

Lewat posting Telegram, Dodon mengatakan langkah Presiden Moldova Maia Sandu telah menempatkan bekas republik Soviet itu dalam risiko menjadi "umpan meriam" dalam perang proksi NATO dengan Rusia.

“Maia Sandu terus menarik Moldova ke dalam NATO. Ini bertentangan dengan kenetralan yang ditentukan dalam Konstitusi dan keinginan rakyat Moldova, yang dengan tegas menentang bergabung dengan struktur militer ini,” klaim Dodon, seperti dikutip dari RT, Senin (23/1).


Komentar mantan presiden datang sebagai tanggapan atas pernyataan Sandu pada Jumat, bahwa pemerintahnya secara serius mempertimbangkan untuk bergabung dengan aliansi yang lebih besar di tengah operasi militer Rusia di Ukraina.

"Meninggalkan kenetralan militer akan berbahaya bagi Moldova," kata Dodon, yang menjabat sebagai presiden dari 2016 hingga Sandu mengalahkannya dalam pemilu 2020 negara itu.

Dodon mengatakan Sandu membuat pernyataannya setelah bertemu di Davos dengan Alexander Soros, putra miliarder kelahiran Hungaria George Soros, yang membawanya ke tampuk kekuasaan.

“Jelas, Sandu menerapkan skenarionya di Moldova, dan bergabung dengan NATO adalah salah satu poinnya," kata Sandu.

Moldova, yang berpenduduk 2,6 juta orang ini secara konsisten menempati peringkat di antara negara-negara termiskin di Eropa. Negara itu menjaga perdamaian dengan wilayah Transnistria yang memisahkan diri sejak menyetujui gencatan senjata tahun 1992, yang ditengahi oleh Moskow.

Meskipun Moldova belum menjadi anggota NATO, ia telah bekerja sama dengan blok militer Barat, seperti ketika mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Kosovo.

Menteri Luar Negeri Moldova Nicu Popescu menghadiri KTT NATO di Bucharest November lalu, menandai pertama kalinya Chisinau mengirim perwakilan ke pertemuan blok tersebut. Pada saat itu, Popescu dikabarkan mengatakan bahwa bergabung dengan NATO tidak mungkin dilakukan karena ketentuan netralitas dalam Konstitusi Moldova.

"Dengan mengubah sikap itu, Sandu bertindak atas perintah penguasa luar negeri yang bertentangan dengan kepentingan negara dan rakyat, bertentangan dengan kedaulatan, integritas wilayah Moldova,” kata Dodon.

“Warga kami ingin menjaga netralitas dan perdamaian, sebagaimana dibuktikan oleh hasil berbagai jajak pendapat publik, dan mereka tidak akan pernah setuju untuk menjadi umpan meriam bagi NATO dalam perang melawan Rusia," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya