Berita

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja/RMOL

Politik

Dibongkar Bawaslu, Pemilu di Luar Negeri Rawan Penggelembungan Suara

SABTU, 21 JANUARI 2023 | 16:53 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pelaksanaan pemilu di luar negeri ternyata punya kerawanan penggelembungan suara. Berdasarkan pengalaman pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), persoalannya ada di metode pencoblosan yang digunakan.  

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja membongkar kerawanan tersebut dalam tayangan ulang diskusi Koalisi Pewarta Pemilu (KPP) bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Italia bertajuk "Persiapan, Tingkat Partisipasi, dan Tantangan Pemilu 2024 di Luar Negeri" dikutip Sabtu (21/1).

"Biasanya yang jadi masalah itu metode pos (pemilih di luar negeri mengirimkan kertas suara Pilpres dan Pileg DPR RI melalui pos)," ujar Rahmat Bagja.


Sosok yang kerap disapa Bagja ini mengatakan, metode pos bukan menjadi persoalannya. Akan tetapi, karena ada proses pendataan pemilih yang tidak baik dilakukan oleh Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN).

Selain itu, urainya, di luar negeri juga diberlakukan 3 metode pemungutan suara untuk melayani hak pilih Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri, yaitu melalui pos, datang langsung ke Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN), dan Kotak Suara Keliling (KSK).  

"Kadang-kadang (sebagai contoh ada pemilih dari kalangan) mahasiswa (di luar negeri) itu terdaftar di dua (metode)," katanya.

Maka dari itu, Bagja melihat ada potensi suara yang menggelembung karena ada pemilih yang terdaftar di dua metode pemungutan suara yang disediakan oleh PPLN.

"Sehingga ada kemungkinan dia mencoblos dua kali. Pertama lewat pos, kemudian (mencoblos) di TPS," demikian Bagja menambahkan. 

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya