Berita

Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono/RMOLJatim

Politik

PDIP Berjaya di Surabaya dalam Survei SSC, Pakar: Mampu Merawat Konstituen

JUMAT, 20 JANUARI 2023 | 03:33 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

PDI Perjuangan semakin digdaya di posisi puncak elektabilitas partai politik di Surabaya. Hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) terbaru menunjukkan ektabilitas atau keterpilihan PDIP mencapai 46,7 persen. Sementara parpol lain tak sampai 9 persen.

Menanggapi hasil survei ini, pakar politik Universitas Airlangga (Unair), Hari Fitrianto mengatakan, ada tiga hal yang bisa menjelaskan mengapa PDIP bisa berjaya di Kota Pahlawan.

Pertama, soal atribut. Saat rakyat ditanya, atribut partai apa yang sudah ada di rumah, sebanyak 43,5 persen jawaban responden adalah PDI Perjuangan. Pun saat ditanya atribut apa yang paling banyak dilihat di luar rumah, lagi-lagi PDIP menjadi jawaranya dengan angka 55,9 persen.


"Baru soal atribut saja, PDIP sudah berjaya. Itu artinya apa? PDI Perjuangan mampu menguasai visualisasi kampanye di tingkat offline," kata Hari kepada media, Kamis (19/1).

Kedua, terkait gerakan kepartaian. Dengan dominasi  atribut tadi, menunjukkan kader-kader banteng moncong putih bergerak kompak dan sering turun ke masyarakat. Hal itu dibuktikan, responden survei yang menyebut PDI Perjuangan sering turun ke warga masyarakat di berbagai tempat sebanyak 50,5 persen.

Ketiga, soal kampanye di media sosial (medsos). Hasil survei menunjukkan partai yang sering muncul di medsos juga PDIP. Angkanya sebesar 55,5 persen.

"PDI Perjuangan sangat konsisten menggarap tiga hal ini. Yakni atribut, tim sukses, dan kampanye di medsos. Konsistensi PDI Perjuangan menggarap dunia maya dan akar rumput inilah yang akhirya membuat elektabilitasnya sangat tinggi," paparnya.

Selain 3 faktor tersebut, lanjut Hari, masih hangat kedigdayaan gerakan mesin PDIP memenangi Pilkada Surabaya 2020. Kandidat PDI Perjuangan, yakni Eri Cahyadi dan Armuji, menang telak di pemungutan suara. Ini membuat membuat mesin PDIP semakin mudah digerakkan setelah itu.

Terkait hasil survei itu, pemilih kaum muda yang jumlah mencapai 41,3 persen cenderung memilih PDIP. Hari mengatakan, hal itu tidak lepas dari strategi kampanye di medsos. PDI Perjuangan mampu masuk di kehidupan anak-anak muda yang sangat aktif di medsos.

"Saat televisi kurang diminati anak-anak muda dan lebih memilih gawainya, PDI Perjuangan berhasil masuk dan menggarap kampanye di medsos. PDI Perjuangan berhasil masuk dalam gaya hidup anak-anak muda, yang semua kebutuhannya bisa didapat melalui gawainya," ujarnya.

Selain itu, sayap partai yang dimiliki PDIP juga sangat aktif. Saat sayap partai lain ngos-ngosan, sayap partai PDI P berhasil mengembang untuk melakukan kaderisasi di kalangan anak-anak muda.

"Sayap partai ini bisa digunakan untuk menjadi ceruk kaderisasi anak-anak muda. Partai lain belum mampu menggarap ini dengan maksimal. Namun PDI Perjuangan mampu untuk itu," ujarnya.

Hari juga menilai, PDI Perjuangan menjadi partai yang mampu dan konsisten merawat pemilih tradisionalnya. Pemilih yang memiliki ideologi nasionalis, pemilih yang diidentifikasi sebagai wong cilik.

"Hattrick PDI Perjuangan memenangkan Pilkada Surabaya selama tiga kali juga memiliki pengaruh besar. Sebab kepala daerah tersebut merupakan representasi PDI Perjuangan. Saat era Walikota Pak Bambang DH, dilanjut Bu Risma, dan sekarang Walikota Eri Cahyadi sukses, maka akan berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat terhadap PDI Perjuangan," jelasnya.

Dengan tingginya elektabilitas PDI Perjuangan di Surabaya ini, Hari sangat meyakini pada Pemilu 2024 PDI Perjuangan akan menjuarai lagi di Surabaya. Bahkan akan jauh meninggalkan partai-partai lainnya.

"Secara nasional, PDI Perjuangan akan menang lagi. Begitu juga di Surabaya. Bahkan di Surabaya menangnya akan sangat tebal melebihi nasional," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Tim Hukum Febrie Curiga Ada Nama Pejabat Kejagung Dicatut terkait Duit Rp40 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 04:16

Merawat Aceh, Memprioritaskan Kepentingan Rakyat

Rabu, 09 September 2026 | 04:04

Polda Banten-Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 03:32

Bahaya Abu Vulkanik bagi Penerbangan: Ancaman Tak Kasat Mata yang Mematikan

Rabu, 09 September 2026 | 03:22

PDIP Tafsirkan Pidato AHY: Bisa Jadi Pesan untuk Presiden Menuju 2029

Rabu, 09 September 2026 | 03:09

Wow! Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp10,25 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 02:52

Sekolah Tatap Muka di Lampung Batal Gegara Anak Krakatau Kembali Erupsi

Rabu, 09 September 2026 | 02:14

Survei Digdaya: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 56,3 Persen

Rabu, 09 September 2026 | 02:01

Pencarian 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Terkendala Arus Kencang

Rabu, 09 September 2026 | 01:34

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Selengkapnya