Berita

Anju Khatiwada, co-pilot yang menerbangkan ATR-72 Yeti Airlines

Global

Pilot Yeti Airlines Tewas, Mengulang Kisah Tragis Sang Suami dalam Kecelakaan 16 Tahun Lalu

SELASA, 17 JANUARI 2023 | 06:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tim penyelamat masih terus melakukan pencarian korban jatuhnya pesawat  ATR-72 Yeti Airline. Sejauh ini tidak ada korban selamat yang ditemukan di antara 72 orang di dalamnya.

Anju Khatiwada, co-pilot yang menerbangkan ATR-72 juga belum ditemukan. Melihat kondisi pesawat, aparat khawatir, Khatiwada juga tidak selamat. Ini berarti mengulang kisah lebih dari 16 tahun silam, di mana suaminya yang juga pilot dari Yeti Airlines, tewas dalam kecelakan pesawat pada 2006.

Dikutip dari Reuters, Anju (44 tahun)  menikah dengan co-pilot Deepak Pokharel, yang biasa menerbangkan helikopter Angkatan Darat Nepal. Deepak yang menjadi pilot Yeti Airlines meninggal dalam kecelakaan Twin-Otter di distrik Jumla pada  2006.


Kepergian suami tercinta membuatnya sangat terpukul. Namun, Anju justru ingin melanjutkan cita-cita suaminya itu menjadi seorang pilot. Maka, ia menggunakan uang yang dia terima sebagai klaim asuransi kematian suaminya untuk mengikuti kursus penerbangan.

Anju kemudian belajar kursus pilot di AS,  menyelesaikan sekolahnya di Sekolah St. Joseph di Biratnagar.

Anju menjadi pilot Yeti Airlines pada tahun 2010 dan menjadi kapten. Ia telah terbang selama 6.396 jam di Kathmandu, Bhadrapur, Biratnagar, Dhangadhi, dan bandara lainnya.

Setelah 17 tahun berlalu, pesawat ATR-72 yang dikemudikan Khatiwada berguling dari sisi ke sisi sebelum jatuh di ngarai dekat bandara Pokhara dan terbakar pada Minggu pagi (15/1) waktu setempat.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan pesawat berisi 68 penumpang dan 4 awak itu membelok tiba-tiba dan tajam ke kiri saat mendekati bandara. Video lain menunjukkan saat-saat terakhir dari mereka yang berada di dalam pesawat yang hancur.

Sampai dengan Senin (16/1), 70 mayat telah ditemukan termasuk  kapten pesawat, Kamal KC. Anju  belum ditemukan, tetapi sangat tipis harapan untuk bisa melihatnya selamat.

Dari hasil investigasi, ditemukan bahwa beberapa menit sebelum pesawat mendarat pilot meminta perubahan landasan pacu.

Juru Bicara Bandara Pokhara mengatakan izin diberikan, tetapi tidak ditanyakan mengapa pesawat harus mengubah pendarata.

Di ibu kota Kathmandu, sekitar 100 orang menyalakan lilin untuk mengenang para korban kecelakaan.

Nepal memulai hari berkabung nasional pada Senin, saat petugas penyelamat menuruni ngarai setinggi 984 kaki untuk melanjutkan pencarian dalam cuaca mendung, lebih dari 24 jam setelah kecelakaan itu.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya