Berita

Dunia

AS Siap Kirim Delegasi ke Kuba Untuk Pembicaraan Masalah Penegakan Hukum

SABTU, 14 JANUARI 2023 | 14:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Amerika Serikat (AS) akan mengirimkan delegasi ke Kuba pada pekan depan untuk membicarakan masalah penegakan hukum, setelah Presiden AS Joe Biden melonggarkan hubungannya dengan negara Karibia itu.

Menurut pernyataan dari juru bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel, selama di Kuba, delegasi AS akan membahas isu-isu seperti perdagangan narkoba, migrasi, hingga pemulangan warga negara Amerika yang dipenjara di negara itu.

"Para pejabat akan membahas topik kepentingan bilateral tentang masalah penegakan hukum internasional, dan meningkatkan kerja sama penegakan hukum internasional, melindungi warga AS dan membawa penjahat transnasional ke pengadilan,” kata Patel pada Jumat (13/1).


Seperti dimuat Aljazeera pada Sabtu (14/1), kunjungan tersebut merupakan upaya terbaru dari pemerintahan Biden untuk meredakan hubungannya, setelah kedua negara sempat menegang sejak 1960-an lalu.

Meski Patel dalam konferensi persnya tetap mengakui ada kekhawatiran dan masalah atas hak asasi manusia di negara yang diidentifikasikan sebagai sponsor terorisme itu, namun Patel menekankan bahwa meningkatkan kerja sama dengan Kuba kemungkinan akan dapat membantu menyelesaikan masalah secara keseluruhan.

“Keyakinan kami adalah bahwa membangun dan meningkatkan saluran kerja sama penegakan hukum untuk mengatasi ancaman transnasional dengan lebih baik, tidak dengan mengorbankan masalah serius hak asasi manusia yang terus kami miliki,” katanya.

Kuba, yang tengah mengalami masalah penurunan ekonomi yang parah dan rekor tertinggi orang yang melarikan diri dari pulau itu, telah mendapatkan tawaran bantuan sebesar 2 juta dolar AS (Rp 30 miliar) dari Joe Biden.

Baru-baru ini pemerintahan Biden juga telah membuka kembali layanan visa dan konsuler penuhnya di Kuba untuk pertama kalinya sejak 2017 setelah hubungan kedua negara tersebut terus menegang.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya