Berita

Proses ekshumasi jenazah tahanan BNNP Aceh yang meninggal dunia/RMOLAceh

Hukum

Kasus Kematian Tahanan BNN, Kuasa Hukum Keluarga Korban: Penyidik Tidak Transparan

SABTU, 14 JANUARI 2023 | 04:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kekecewaan dirasakan Muhammad Qodrat selaku kuasa hukum keluarga DY (39) tahanan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh yang meninggal dunia. Dia menilai penyidik Polda Aceh tidak transparan dalam memberitahu perkembangan kasus kematian kliennya.

"Kami kecewa dengan sikapnya tidak transparan dalam kasus ini," kata Qodrat kepada Kantor Berita RMOLAceh, Jumat (13/1).

Menurut Qodrat pihaknya juga sudah menyurati penyidik terkait perkembangan kasus tersebut. Namun sayangnya, penyidik sama sekali tidak merespons.


"Senin kemarin kita sudah surati, tapi tidak ada balasan, seharusnya pelapor juga berhak mengetahui sejauh mana perkembangan kasus ini," ujar Qodrat.

Selain itu, pihaknya juga belum menerima hasil autopsi korban. Berdasarkan hal tersebut, dirinya berharap agar penyidik Polda Aceh dapat mengusut kasus ini dengan cepat dan tepat.

"Kita berharap jangan hanya jargon Presisi itu saja, tapi diwujudkan dalam tindakan nyata," tegas Qodrat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan, institusinya akan mengirimkan beberapa item terkait penyelidikan kematian salah seorang tahanan BNNP Aceh ke Medan.

"Masih ditindak lanjuti Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) masalah autopsinya dan ada beberapa item yang dibawa ke Medan," kata Joko di Banda Aceh, Jumat (13/1).

Joko menambahkan, sampai saat ini belum ada penambahan saksi dari pihak manapun. Terakhir Polda Aceh sudah memeriksa sebanyak 30 orang saksi terkait kematian tahanan BNNP Aceh tersebut.

"Belum ada, nanti ada perkembangan selanjutnya akan kami beritahukan," tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya