Berita

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga/RMOL

Politik

Jamiluddin Ritonga: PDIP Berpeluang Dijadikan Musuh Bersama

KAMIS, 12 JANUARI 2023 | 23:33 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Perbedaan politik terkait sistem pemilu proporsional terbuka, setidaknya dapat membuat PDIP dengan partai koalisi pendukung pemerintah lainnya menjadi disharmonis.

PDIP bisa jadi akan dinilai tidak mendukung sistem pemilu yang lebih demokratis sebagaimana yang mereka perjuangkan.

Demikian pendapat pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (12/1).


Kata Jamiluddin, sebaliknya bisa saja PDIP kecewa karena partai koalisi pemerintah lainnya tidak mendukungnya.

"PDIP merasa partai koalisi lainnya itu meninggalkannya," demikian kata Jamiluddin.

Namun demikian, kepentingan partai politik terkait pilpres akan berbeda. Bisa saja diantara partai politik pendukung pemerintah ada yang punya kepentingan yang sama dengan PDIP dalam Pilpres 2024.

Jamiluddin menjelaskan, setiap partai politik punya kepentingan yang sama untuk menang pada Pilpres 2024.

"Karena itu, akan ada partai politik yang merapat bila melihat pasangan capres yang diusung PDIP berpeluang besar menang," jelas mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya