Berita

Pengungsi Rohingya/Net

Global

Menlu Retno: ASEAN Kecewa, Penyelesaian Masalah Rohingya Tidak Ada Kemajuan

RABU, 11 JANUARI 2023 | 19:07 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan rasa kecewa bersama dengan negara-negara anggota ASEAN atas tidak adanya kemajuan implementasi dari lima poin konsensus (5PC) yang disepakati untuk junta militer Myanmar.

"ASEAN kecewa terlepas semua upaya Ketua dan semua anggota ASEAN, implementasi 5 poin konsensus oleh junta militer Myanmar tidak alami kemajuan signifikan,” ujar Retno dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2023 di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (11/1).

Kelima poin konsensus yang dimaksud itu adalah Myanmar yang demokratis, inklusif dan adil, damai, dan harmonis, serta sejahtera, yang di dalamnya hak-hak sipil dan politik harus dijamin oleh konstitusi, yang telah diatur oleh seluruh anggota ASEAN untuk membantu Myanmar keluar dari krisis politiknya.


Namun, kesepakatan tersebut tampaknya tidak dilaksanakan oleh junta Myanmar, sehingga masalah penyelesaian pengungsi Rohingya hingga kini belum juga menemui titik terang.

Dalam pidatonya, Retno menegaskan permasalahan ini tidak akan bisa selesai jika tidak segera diatasi oleh internal Myanmar sendiri.

“Penyelesaian masalah Rohingya menjadi lebih sulit dengan situasi Myanmar saat ini. Isu Rohingya tidak akan dapat diselesaikan jika akar masalah di Myanmar tidak diselesaikan,” sambungnya.

Selain mendorong adanya penyelesaian internal masalah Rohingya yang harus diselesaikan oleh Myanmar, Retno juga menyampaikan laporannya bahwa Indonesia telah menampung ratusan pengungsi Rohingya yang kabur dari Myanmar.

"Dalam tiga bulan terakhir, Indonesia menerima tambahan 644 pengungsi Rohingya. Ini menjadikan total migran etnis Rohingya yang terdaftar Indonesia menjadi 1.500 orang," ucap Retno.

Baru-baru ini kelompok Rohingya telah memasuki Indonesia, tepatnya di Provinsi Aceh, setelah mereka terapung-apung melewati perjalanan laut selama berminggu-minggu dengan kondisi yang mengenaskan, lantaran kekurangan makan dan minum.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya