Berita

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Net

Publika

Prabowo di Antara Pusaran Pilpres dan Pengkhianatan

OLEH: ADIAN RADIATUS
RABU, 11 JANUARI 2023 | 08:46 WIB

KETUA Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, resmi dicalonkan partainya sebagai capres 2024 bersama PKB.

Dengan demikian saat ini Prabowo merupakan capres paling definitif. Sementara lainnya masih capres wacana, meskipun ada yang telah berkeliling-keliling mencari simpati sekaligus sensasi di berbagai daerah.

Prabowo termasuk sosok pemimpin yang boleh dibilang paling banyak mengalami kepahitan di antara janji dan mulut manis dari orang-orang yang dipercayainya.


Namun demikian semakin 'dikhianati' semakin terlihat kebesaran jiwa sekaligus kekuatan pribadinya yang tangguh di tengah keculasan dan kejahatan lawan-lawan politiknya selama jejaknya di dunia politik.

Peristiwa teranyar adalah ketika seorang mantan gubernur yang sebelumnya dalam sebuah wawancara eksklusif begitu gagah berani dengan lantangnya berkata "selama Pak Prabowo nyapres, maka saya tak akan menjadi lawannya".

Eh tak tahunya ada 'expired date'-nya, ada masa kedaluwarsanya. Model pemimpin seperti ini secerdas apapun layak dan harus dijauhi. Rakyat sudah kapok menjadi saksi akan tipikal pemimpin begini.

Belum lagi harus menghadapi orang-orang dengan loyalitas rendah bahkan beraroma penghianat yang beredar di sekitar internal partainya.

Sungguh sangat tak lucu dan menoreh wibawa ketika keputusan partai bulat mendukung ketumnya sebagai calon presiden. Ada yang tak jelas persepsinya terhadap keputusan ini dengan melakukan 'dance with wolve' di luar dinding loyalitas.

Terhadap kondisi ini maka apa yang disampaikan Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco, bahwa ada prinsip perkalian nol bagi anggota partai tanpa loyalitas utuh meski secerdas apapun pelakunya, sangatlah tepat.    

Maka tak salah pula bila mendiang Gus Dur sempat berujar "Prabowo itu orang yang paling tulus" buat bangsa dan negaranya. Hanya orang dengan ketulusan tinggi yang bisa membuat musuh-musuhnya merasa malu sendiri pada saatnya.

Namun demikian dalam dunia politik sangatlah sulit bila hanya berpedoman pada prinsip bahwa kita semua adalah saudara, kita utamakan kesatuan dan persatuan bangsa.  Jaga keutuhan bangsa.

Tentu saja tidak ada yang salah dalam prinsip ini, hanya saja pembiaran pengkhianat juga sama berbahayanya bila diberi akses kedalam prinsip itu tanpa timbal balik seutuhnya yang setara.

Jadi dengan segudang pengalaman yang ada, sudah selayaknya pembersihan dini dari anasir-anasir perusak citra partai baik orang yang hanya aji mumpung belaka, juga yang terindikasi bermain di 'dua kaki' apapun alasannya dan siapapun dia, tak boleh dibiarkan merongrong kewibawaan partai maupun pribadi sang ketum.

Prabowo harus menarik garis tegas, tak perlu menimbang diplomasi kekeluargaan ataupun persahabatan yang semu pada akhirnya. Ini semata-mata juga demi kebaikan kedua belah pihak.  Berlagalah dalam Pilpres kali ini dengan ksatria, bukannya lewat berpura-pura.

Saatnya Indonesia membutuhkan pemimpin yang memiliki karakter dan kemampuan khusus laksana Kopassus untuk menyelesaikan persoalan yang semakin berbeban bagi bangsa ini, dan bukannya yang menambah persoalan seperti para pengkhianat dan pecundang itu.

Penulis adalah pemerhati sosial politik

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya