Berita

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla/Net

Politik

Angkat Bicara Soal Sistem Pemilu Tertutup, JK: Rakyat Mulai Menikmati Amplop dari Calon

SELASA, 10 JANUARI 2023 | 18:09 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perdebatan perubahan sistem pemilu menjadi proporsional tertutup, di mana muncul seiring gugatan uji materiil di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait norma sistem proporsional terbuka di UU 7/2017 tentang Pemilu, ikut ditanggapi mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Politisi senior Partai Golkar ini menuturkan, tabiat masyarakat dalam menyikapi pemilu sudah mulai di luar kendali. Sebabnya, masalah politik uang yang kerap muncul sebagai strategi pemenangan calon justru malah dinikmari oleh rakyat.

"Pemilih kita perlu dikembalikan kepada sistem pemilu yang baik. Karena masyarakat juga mulai menikmati, katakanlah amplop-amplop para calon. Jadi kadang-kadang itu tidak objektif," ujar Jusuf Kalla saat menghadiri Dies Natalis ke-25 Universitas Paramadina, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (10/1).


Lebih lanjut, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengurai perbedaan antara sistem pemilu proporsional terbuka dan tertutup yang telah dijalani pada pelaksanaan pemilu-pemilu sebelumnya. Di mana salah satunya terkait dengan pihak yang berhak menentukan nomor urut calon anggota legislatif (caleg).

"Jika tertutup, maka calon tidak ikut turun. Misalnya calon yang menempati nomor urut 1 atau 2, bisa saja tidak turun (kampanye). Karena sudah pasti terpilih. Jadi biasanya tidak ada kegiatannya si calon itu," urainya.

Sementara, lanjut pemilik nama dengan akronim JK ini, sistem proporsional terbuka menimbulkan ongkos pencalonan yang mahal. Namun, jika sang caleg sudah mengabdi di masyarakat sejak sebelum pelaksanaan tahapan pencalonan, maka biaya bisa lebih murah. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya