Berita

Sistem pelacak drone Sky Spotter buatan Israel/Net

Dunia

Gagal Cegat Drone Korut, Korsel Minat Beli Sistem Pelacak UAV dari Israel

SELASA, 10 JANUARI 2023 | 15:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kegagalan Korea Selatan menghentikan lima drone Korea Utara bulan lalu membuat Seoul tertarik untuk membeli sistem pendeteksi pesawat tak berawak (UAV) dari Israel.

Dimuat Yonhap News pada Senin (9/1), Kementerian Pertahanan Korea Selatan tengah mempertimbangkan untuk mempercepat pembelian sistem “mata listrik” atau disebut Sky Spotter milik Israel.

Menurut laporan tersebut, keputusan pembelian akan dibuat dalam beberapa minggu mendatang.


Sky Spotter dirancang oleh kontraktor pertahanan Israel, Rafael Advanced Defense Systems untuk mendeteksi dini adanya drone, balon, dan objek terbang lainnya yang membahayakan pertahanan negara.

Rencana pembelian Sky Spotter disinyalir merupakan upaya Korea Selatan untuk menutup segala celah ancaman yang dilancarkan Korea Utara.

Pada 26 Desember tahun lalu, militer Korea Selatan mendeteksi lima pesawat tak berawak dari Korea Utara yang melintasi perbatasan.

Satu drone terbang jauh ke bagian utara wilayah ibukota Seoul, yang berjarak sekitar satu jam perjalanan.

Merespon masuknya drone, militer Korea Selatan menembakkan tembakan peringatan dan meluncurkan jet tempur serta helikopter serang untuk menembak jatuh drone Korea Utara.

Kementerian pertahan menyebut helikopter serang mereka telah menembakkan 100 putaran gabungan, tetapi tidak diketahui apakah itu berhasil menjatuhkan drone atau tidak.

Menurut Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, salah satu drone kembali ke Korut setelah tiga jam terbang di wilayah udara Seoul, sementara sisanya menghilang dari radar militer Korea Selatan satu per satu.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya