Berita

Sandiaga Salahuddin Uno saat hadiri acara perayaan Harlah ke 50 PPP, Minggu (8/1)/Ist

Politik

PPP Tetap Terancam Tidak Masuk Senayan Meski Sandiaga Uno Bergabung

SELASA, 10 JANUARI 2023 | 03:25 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sinyal Sandiaga Salahuddin Uno akan menyeberang ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) nampaknya semakin kuat. Sandi nyatanya lebih memilih menghadiri acara Harlah ke 50 partai berlambang kakbah bersama puluhan ribu kader di Yogyakarta ketimbang menghadiri acara Gerindra.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga berpendapat, seandainya saat pindah ke PPP, Sandi akan pamit secara baik-baik kepada Prabowo.

"Ia akan pindah terhormat, tidak seperti politisi kutu loncat lainnya yang pindah dengan menyelek-jelekan partai yang ditinggalkannya," demikian Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/1).


Menurut Jamiluddin, jika memang nantinya Sandi pindah ke PPP, elektoral partai tersebut tidak akan meningkat signifikan. Sebab, elektabilitas Sandi sebagai sosok calon presiden (capres) relatif rendah.

Lebih dari itu, mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini menganalisa, elektabilitas Sandi hanya cukup memadai sebagai cawapres. Namun demikian, elektabilitasnya juga masih di bawah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ridwan Kamil, dan Erick Thohir.

"Jadi, tidak banyak keuntungan elektoral yang diperoleh PPP. PPP akan tetap terancam tidak masuk Senayan pada Pileg 2024," jelas Jamiluddin.

Meski demikian, Jamiluddin melihat, kehadiran Sandi di PPP, akan menambah kekuatan koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Setidaknya KIB punya tambahan kandidat capres atau cawapres yang elektabilitasnya muncul di lembaga survei yang kredibel.

"Kehadiran Sandi di PPP, dapat memberi lebih banyak pilihan bagi KIB untuk mengusung pasangan capres dan cawapres," pungkas Jamiluddin.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya