Berita

Misi NATO di Kosovo (KFOR)/Net

Dunia

NATO Tolak Permintaan Serbia untuk Kerahkan Seribu Tentara di Kosovo

SENIN, 09 JANUARI 2023 | 14:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Permintaan Serbia untuk mengirim pasukan hingga 1000 personel ke Kosovo, mendapat penolakan dari Misi NATO di Kosovo (KFOR).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Serbia Aleksandar Vucic dalam konferensi persnya pada Minggu  (8/1).

"Mereka (KFOR), menjawab dengan mengatakan tidak perlu mengembalikan tentara Serbia ke Kosovo,” ungkap Vucic, seperti dimuat Al-Jazeera.


Padahal menurutnya, penempatan pasukan keamanan di wilayah Kosovo sangat diperlukan, terlebih setelah serentetan bentrokan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Resolusi DK PBB juga, disebut Vucic telah mengizinkan Serbia untuk menempatkan personelnya di perlintasan perbatasan, situs keagamaan Kristen Ortodoks, dan area dengan mayoritas Serbia setelah disetujui KFOR.

Meski begitu, Vucic sangat kecewa karena KFOR baru memberi tahu Serbia keputusannya pada malam Natal Kristen Ortodoks, padahal pengajuan telah mereka lakukan sejak bulan lalu.

Presiden Serbia itu kemudian menuduh NATO dan Barat lebih berpihak kepada Kosovo dibandingkan dengan negaranya.

"Barat tidak khawatir tentang melukai anak laki-laki Serbia. Saya tidak mengharapkan jawaban yang berbeda dari KFOR," tegasnya.

Ketegangan baru-baru ini terjadi saat dua pemuda Serbia di dekat kota Shterpce dinyatakan terluka setelah diserang seorang tentara yang tidak sedang bertugas pada malam Natal Kristen Ortodoks.

Pemuda Serbia lainnya di Kosovo juga dilaporkan telah diserang dan dipukuli oleh sekelompok orang Albania pada Sabtu pagi (7/1), saat dia kembali dari gereja.

Kosovo memisahkan diri dari Serbia pada tahun 2008 setelah perang 1998-1999 di mana NATO membom Republik Federal Yugoslavia, yang terdiri dari Serbia dan Montenegro, untuk melindungi Kosovo yang mayoritas penduduknya Albania.

Setengah dari etnis Serbia tinggal di utara dan sebagian besar menolak untuk mengakui kemerdekaan Kosovo.

Sebagian besar lainnya, di bagian lain negara termasuk Shterpce, mengakui pemerintah Kosovo dan berpartisipasi dalam kehidupan politik.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya