Berita

Warga terdampak banjir bandang di Perumahan Airon Mas, Kota Semarang, Jawa Tengah/RMOLJateng

Nusantara

Trauma Banjir Bandang, Warga Perumahan Arion Mas Semarang Ingin Pindah Rumah

SENIN, 09 JANUARI 2023 | 03:02 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Peristiwa banjir Bandang yang menerjang Perumahan Arion Mas, Kota Semarang, Jawa Tengah mengakibatkan ratusan warga trauma. Bahkan sebagian warga berencana akan pindah mencari tempat tinggal yang lebih aman.

Saat ini personel gabungan TNI-Polri terus melakukan penanganan paska banjir bandang di Perumahan Arion Mas, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, yang terjadi pada Jumat (6/1) lalu.

Kondisi rumah warga porak poranda akibat banjir bandang, membuat warga masih trauma dengan peristiwa yang terjadi menjelang malam tersebut.


Salah seorang warga, Risti, mengaku trauma dengan banjir bandang yang begitu besar menerjang rumahnya.

"Sangat trauma, takut, bingung, dan was was setiap hujan turun," ungkap Risti seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Minggu (8/1).

Bahkan, setelah rumahnya bersih, Risti berencana mencari rumah kontrakan untuk ditinggali.

"Suami sudah meninggal tahun lalu. Ini saya mau pindah saja, ngekos atau ngontrak, belum tahu. Tapi yang penting udah enggak disini lagi," tambah Risti.

Meski tidak sedikit warga yang berkeinginan pindah, banyak juga warga yang memilih bertahan dan melanjutkan kehidupannya. Mereka rata-rata merasa tidak punya pilihan lagi selain bertahan di rumah yang biasa ditempati.

"Pengen pindah juga enggak ada uang untuk beli rumah. Mau enggak mau, ya bertahan di sini," ujar Siti Rokhanah.

Banjir bandang luapan Sungai Babon yang menerjang Perumahan Arion Mas, memaksa lebih dari 450 Kepala Keluarga keluar dan mengungsi.

Derasnya banjir tidak hanya membuat kerusakan bangunan, namun juga mengakibatkan hampir semua perabotan rusak dan hilang.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya