Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Beijing Ancam Jurnalis Perempuan Lewat Serangan Online

SABTU, 07 JANUARI 2023 | 06:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China lagi-lagi melanggar kebebasan berekspresi. Lembaga pemikir Australia, Institut Kebijakan Strategis (ASPI), mengungkapkan temuannya bahwa China telah mengancam jurnalis dan peneliti wanita secara online, terutama mereka yang bersikap terlalu kritis.

Ancaman dan pelecehan jurnalis perempuan asal Asia oleh China ini telah meningkat dalam satu tahun terakhir.

Pelecehan sebagian besar dilakukan di Twitter dan berkisar dari penghinaan tentang penampilan seseorang hingga tuduhan sebagai pengkhianat. Mereka juga memasukkan ancaman kekerasan dan pemerkosaan.


Tujuan dari pelecehan tersebut adalah untuk membungkam jurnalis wanita dan mendiskreditkan liputan kritis mereka tentang China.

Selama ini, media-media di China di bawah kontrol pemerintah, menurut ASPI. Berita yang disajikan datang hanya dengan mengutip media pemerintah. Media tidak memiliki kebebasan seperti di negara-negara demokrasi lainnya di seluruh dunia.

Pusat Jurnalis Internasional dalam laporannya pada 2022 menemukan bahwa hampir tiga perempat jurnalis wanita yang disurvei mengatakan bahwa mereka pernah mengalami ancaman online dari Tiongkok.

Dari jumlah tersebut, 30 persen mengatakan mereka menarik diri dari media sosial, sementara 20 persen berhenti memposting tentang China. Beberapa mengatakan bahwa pelecehan tersebut menyebabkan mereka meninggalkan profesi mereka.

"Pelecehan tersebut menggambarkan bagaimana serangan online dapat digunakan oleh pemerintah otoriter di luar perbatasan untuk mengintimidasi dan membungkam jurnalis,” kata Nadien Hoffman, wakil direktur International Women's Media Foundation (IWMF) yang berbasis di Washington.

China tidak akan berhenti mengerjai jurnalis karena kampanye advokasi, menurutnya.

“Kami membutuhkan sumber daya keamanan digital yang lebih kuat di ruang redaksi dan kebijakan yang lebih ketat terhadap penyalahgunaan online,” kata Hoffman. Hanya dengan begitu itu akan membantu mengurangi dampak dari serangan China ini.

ASPI mengklaim ada kemungkinan ancaman dan pelecehan itu dilakukan oleh sebuah jaringan yang disebut 'spamoflage'.

Spamoflag adalah jaringan luas di akun media sosial yang terhubung ke Beijing. Ini pertama kali diidentifikasi pada 2019. Melalui ini, ancaman diberikan kepada jurnalis terkait laporan media tentang pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang, selain dari demonstrasi pro-Hong Kong, pendukung Taiwan dan Kovid-19.

Namun, atas nama pemerintah China, juru bicara Liu Pengyu mengatakan bahwa negaranya mengutuk pelecehan terhadap jurnalis perempuan. Dia menentang menghubungkan serangan ini dengan pemerintah China tanpa bukti.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya