Berita

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata/Net

Hukum

Siap Dampingi Lukas Enembe Berobat ke Singapura, Alexander Marwata: Harus jadi Tahanan KPK Dulu

KAMIS, 05 JANUARI 2023 | 20:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap mendampingi Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) untuk berobat ke Singapura. Akan tetapi, harus menjadi tahanan KPK terlebih dahulu agar permintaan tersebut dikabulkan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata kepada wartawan usai mengumumkan penahanan tersangka penyuap Lukas Enembe di Gedung Merah Putih, KPK, Kamis sore (5/1).

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata juga mengatakan, pihaknya turut memperhatikan kegiatan Lukas yang belakangan ini hadir dalam suatu acara peresmian di Papua, meskipun sebelumnya mengaku sakit sehingga selalu mangkir dari panggilan KPK.


"Tentu menjadi perhatian kami. Betul yang bersangkutan menyampaikan lewat pengacaranya untuk mengajukan permohonan berobat ke Singapura. Nah dalam kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan, bahwa yang bersangkutan bisa berobat di Singapura dengan didampingi oleh petugas KPK, dan yang bersangkutan tentu harus statusnya menjadi tahanan KPK dulu, baru yang bersangkutan bisa berobat ke Singapura," ujar Alex.

KPK pun ternyata sudah menawarkan kepada Lukas untuk berobat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta. Jika Lukas bersedia, maka KPK menjemput Lukas untuk berobat di Jakarta. Jika nantinya RSPAD menyatakan tidak sanggup mengobati penyakit Lukas, maka KPK akan memfasilitasi untuk berobat ke Singapura.

"Tetapi sekali lagi, yang bersangkutan harus sudah menjadi tahanan KPK, baru kami bisa memfasilitasi pengobatan-pengobatan tersebut. Ya kalau yang bersangkutan membutuhkan perawatan yang harus rawat inap, tentu nanti akan kami bantarkan. Kami juga berharap lewat penasihat hukumnya pada kesempatan ini, juga kepada yang bersangkutan Bapak Lukas Enembe, itu supaya kooperatif," pungkas Alex.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya