Berita

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam/RMOL

Politik

Mencuat Ganjar Pakai Dana Baznas untuk Kader PDIP, Jokowi Tidak Boleh Tinggal Diam

MINGGU, 01 JANUARI 2023 | 18:32 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Usai rencana ingin merenovasi rumah kader PDI Perjuangan menggunakan dana dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mencuat, patut dicurigai bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selama ini menggunakan dana-dana yang tidak jelas.

"Saya kira patut dicurigai Ganjar menggunakan dana-dana yang tidak jelas untuk mendanai kepentingan partai maupun pribadinya dengan adanya temuan penggunaan dana Baznas untuk kepentingan renovasi rumah kader PDIP meskipun pada akhirnya dibatalkannya," ujar Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (1/1).

Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini menilai, hal tersebut menjadi domain Bawaslu, aparat penegak hukum, dan pemerintah untuk menelusuri apakah adanya dugaan pelanggaran penggunaan dana Baznas untuk kepentingan partai politik, kolusi, korupsi dan nepotisme. Bahkan kata Saiful, seluruh pelanggaran serius lainnya oleh kepala daerah mestinya ditindaklanjuti oleh pemerintah.


"Bawaslu, KPK, Kepolisian, Kejaksaan sampai Kemendagri serta Presiden Jokowi jangan tinggal diam dalam kasus Ganjar ini. Karena kalau menjadi kebiasaan maka akan merusak citra pemerintah yang seolah-olah Baznas menjadi tempat atau sarana pemanfataan dana oleh pejabat-pejabat baik yang ada di pusat atau di daerah," kata Saiful.

Karena kata Saiful, publik bisa jadi berpikir bahwa dana-dana Baznas tidak clear dan clean dalam pemanfaatannya. Bahkan, sangat mungkin penggunaan dana Baznas menjadi bancakan orang-orang yang memiliki pengaruh dalam hal ini.

"Dengan terjadinya kasus Ganjar ini, maka publik berpikir bahwa pengawasan kepada Baznas tidak berfungsi dengan baik, sehingga DPR saya kira sangat perlu memanggil pimpinan Baznas untuk dapat dimintai pertanggung jawaban dan klarifikasi," pungkas Saiful.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya