Berita

Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dalam satu kesempatan/Net

Politik

Analisa Pangi Syarwi, Jokowi Cuma Berani Depak Satu Menteri dari Nasdem

RABU, 28 DESEMBER 2022 | 00:24 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Nasdem diprediksi bakal terkena dampak jika benar isu Presiden Joko Widodo melakukan perombakan kabinet alias reshuffle dalam waktu dekat.

Direktur Eksekutif Voxpol Research and Consulting Pangi Syarwi berpandangan, jika benar Jokowi melakukan reshuffle, kepala negara itu hanya berani mengurangi satu kursi menteri dari Partai Nasdem. Sementara dalam kabinet, Partai Nasdem mendapat 3 jatah kursi menteri.

“Kemungkinan Pak Jokowi itu akan mereshuffle cuman berani satu menteri, dua enggak bakalan berani. Dia mengancam, tapi mengancam tetap jalan tapi enggak terlalu ekstrem, kalau ekstrem nanti stabilitas politiknya (terganggu),” kata Pangi saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (27/12).


Kenapa demikian, Pangi menjelaskan, faktor Ketua Umum Surya Paloh yang dikenal sebagai bos besar media nasional tentu akan bersikap keras jika semua menterinya didepak dari kabinet Jokowi. Kekuatan media Surya Paloh bakal digunakan untuk menggangu pemerintah.

"Pak Jokowi siap enggak diganggu, nama Pak Jokowi tidak harum lagi. Siap enggak beliau? Mau konfrontasi atau mau damai-damai saja? Kan gitu. Harus fair,” katanya,

"Orang berjuang masa dibalas sekarang begini. Ini kan hasil pemilu 2019 sudah selesai, ngapain diganggu,” imbuhnya.

Disisi lain, menurut Pangi, Jokowi harus jujur terkait Nasdem yang harus direshuffle apakah lantaran telah mendukung Anies Baswedan sebagai capres atau memang kinerja mereka tidak maksimal dalam pemerintahan.

"Enggak fair dong, gara-gara hanya Nasdem mendukung Anies dia hanya mendapat konsekuensi kayak begini. Kecuali jujur enggak Pak Jokowinya, misalnya reshuffle ini basisnya kinerja, bukan basis power sharing atau ngancam-ngancam,” ujarnya.

Menurutnya, Nasdem selama dua periode telah memberikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo, tapi seharusnya Jokowi berlaku adil meskipun Nasdem memiliki pilihan politik yang bertolak belakang darinya maka harus dihargai.

"Kalau reshuffle berbasis mohon maaf ini hanya karena like or dislike hanya asumsi persepsi karena tekanan publik karena tekanan relawan enggak fair lah kalau begitu caranya? Itu kayak zaman batu itu reshuffle kayak begitu,” ucapnya.

"Tapi menurut saya enggak fair kalau karena Anies,” tutup Pangi menandaskan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya