Berita

Dmitry Medvedev/Net

Dunia

Selain Meramal Elon Musk Jadi Presiden AS, Ini Dia 10 Poin Prediksi Medvedev untuk Tahun 2023

SELASA, 27 DESEMBER 2022 | 13:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL.  Perang Rusia Ukraina memasuki bulan kesepuluh tetapi tanda-tanda perang akan berakhir  belum terlihat sama sekali. Tahun baru 2023 yang tinggal menghitung hari akan menjadi tahun yang penuh dengan ketegangan di perbatasan Ukraina. Namun, menurut mantan  Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, tahun 2023 justru akan menjadi tahun penuh ketegangan untuk Uni Eropa.  

Dalan cuitannya di media sosial, pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia itu menguraikan prediksinya untuk 2023.  Ia menulis 10 poin yang menjadi sorotannya termasuk perkiraan keruntuhan Uni Eropa.

"Pada Malam Tahun Baru, semua orang membuat prediksi. Banyak yang datang dengan hipotesis futuristik, seolah bersaing untuk memilih yang paling liar, dan bahkan yang paling tidak masuk akal. Inilah kontribusi sederhana kami. Apa yang bisa terjadi pada tahun 2023," katanya dalam rangkaian cuitannya di Twitter.


Dalam point pertama, Medvedev mencantumkan kenaikan harga minyak menjadi 150 dolar AS per barel, dan harga gas akan mencapai 5.000 dolar AS per 1.000 meter kubik

Lalu di poin kedua, ia mengatakan Inggris akan bergabung kembali dengan UE sebelum blok itu pecah atau runtuh.

Kemudian, menurutnya, Euro akan berhenti digunakan sebagai mata uang Uni Eropa sebelumnya,  Polandia dan Hongaria akan menempati wilayah barat Ukraina yang sebelumnya ada.

Medvedev juga melihat bahwa Reich Keempat atau kerajaan Jerman baru akan dibentuk, yang meliputi wilayah Jerman dan sekitarnya  yaitu Polandia, negara-negara Baltik, Czechia, Slovakia, Republik Kiev, dan lainnya, yang pada akhirnya akan berperang dengan Prancis.

Reich Keempat mengacu pada Reich Nazi hipotetis yang merupakan penerus Reich Ketiga Adolf Hitler.

"Perang akan pecah antara Prancis dan Reich Keempat. Eropa akan terbagi, Polandia dipartisi ulang dalam prosesnya. Irlandia Utara akan berpisah dari Inggris dan bergabung dengan Republik Irlandia," prediksinya lebih lanjut.

Ia juga memprediksi bahwa perang saudara akan pecah di AS, dengan California dan Texas menjadi negara merdeka sebagai hasilnya.

"Texas dan Meksiko akan membentuk negara sekutu," katanya.

Di ponit kedelapan ia menulis bahwa Elon Musk akan memenangkan pemilihan presiden di sejumlah negara bagian yang, setelah berakhirnya Perang Sipil baru, akan diberikan kepada GOP.

Kemudian menurutnya, semua pasar saham terbesar dan aktivitas keuangan akan meninggalkan AS dan Eropa untuk kemudian beralih ke Asia.

Poin terakhir, ia mengataan, sistem manajemen moneter Bretton Woods akan runtuh, menyebabkan kehancuran IMF dan Bank Dunia.

"Euro dan Dolar akan berhenti beredar sebagai mata uang cadangan global. Mata uang fiat digital akan digunakan secara aktif sebagai gantinya," tutupnya.

Predisksi Medvedev menyedot perhatian netizen dan p;ublik figur, termasuk Elon Musk yang menulis di kolom komentar sebagai "Thread yang epick!"

Menurut Musk, prediksi Medvedev begitu absurd. 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Cara Cek Status Eligible Magang Kemnaker 2026, Alasan Tidak Lolos Verifikasi

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:22

Prabowo Segera Luncurkan Motor Listrik Buatan Anak Bangsa

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:19

Panglima: TNI AD Sumbang 55 Persen Produksi Beras Nasional 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:53

Profil Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:26

Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:19

Halaqah Pra Muktamar NU Diawali Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:17

Prabowo Putuskan Bangun Minimal 30 Pabrik Bioetanol di Indonesia

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:16

Jadwal Final dan Perebutan Posisi 3 Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Prancis Tantang Inggris

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:07

Pertamina Patra Niaga Bantah Isu Transporter Enggan Salurkan BBM di Sumut

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Pramono Buka Jalan Alumni PKM Berdakwah di Masjid Milik Pemprov DKI

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Selengkapnya