Berita

Karikatur cover majalah The Week yang dirilis pada 24 Desember 2022/Net

Politik

Karikatur The Week Bikin Geger Indonesia, Ribut antara Mirip Jokowi atau Matt Hancock

SENIN, 26 DESEMBER 2022 | 17:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Warganet Indonesia dibuat heboh dengan kemunculan cover majalah The Week edisi akhir tahun yang dirilis pada 24 Desember lalu. Lantaran majalah asal Inggris itu menghadirkan karikatur sejumlah tokoh dunia yang menjadi bahan perbincangan sepanjang tahun 2022.

Karikatur tersebut tampak menampilkan sejumlah pemimpin dunia, seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, hingga Presiden China Xi Jinping dan Pangeran Charles, serta Elon Musk.

Namun ada satu sosok yang membuat warganet Indonesia tertarik. Ia duduk di samping Xi Jinping yang tengah mengenakan masker. Wajahnya dipenuhi kotoran dengan katak di atas kepala, dan tengah menyantap kalajengking.


Di media sosial, warganet mengaitkannya dengan sosok Presiden Joko Widodo. Tetapi nyatanya, sosok tersebut bukanlah Jokowi. Ia adalah mantan Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock.

Lantas, mengapa Jokowi dikait-kaitkan?

Sebagai salah satu pemimpin dunia yang telah menyelenggarakan KTT G20, warganet tampaknya tidak merasa aneh jika nama Jokowi diikutsertakan dalam daftar pemimpin yang paling banyak dibahas sepanjang tahun 2022.

Posisi duduk sosok yang disebut-sebut mirip dengan Jokowi juga dinilai pas, yaitu berada di sebelah Xi Jinping. Mengingat di pemerintahannya, Jokowi dipandang memiliki kedekatan dengan China.  

Lalu, mengapa Matt Hancock kontroversial?

Di Inggris, nama Matt Hancock mungkin menjadi politisi paling kontroversial dalam beberapa waktu ke belakang. Karikatur karya ilustrator Howard McWilliam di The Week sendiri menggambarkan sosok Hancock yang sedang berpartisipasi dalam program acara televisi "I'm A Celebrity... Get Me Out Of Here!".

Hancock memang bukan politisi pertama yang ikut dalam sebuah reality show TV. Namun keputusannya menjadi salah satu yang paling kontroversial.

Hancock dipaksa untuk mengundurkan diri sebagai Menteri Kesehatan Inggris pada Juni 2021. Itu terjadi setelah rekaman CCTV bocor menunjukkan ia berselingkuh dengan stafnya di kantor. Padahal ketika itu aturan jarak sosial masih berlaku dan pertemuan dua orang atau lebih di dalam ruangan tidak diperbolehkan.

Seketika, warga Inggris geram pada Hancock. Lantaran banyak di antara mereka yang tidak bisa bertemu dengan keluarga karena aturan jarak sosial yang diterapkan oleh Hancock sebagai menteri kesehatan.

Penampilan Hancock di "I'm A Celebrity" pada awalnya bertujuan untuk memperbaiki citranya. Namun ia justru banyak dikritik.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya