Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Uni Eropa Kutuk Keras Aturan Taliban Larang Pekerja Perempuan di LSM

MINGGU, 25 DESEMBER 2022 | 17:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Uni Eropa mengutuk keras larangan perempuan bekerja di organisasi non-pemerintah (LSM) di Afghanistan yang diberlakukan oleh Taliban, hanya karena beberapa dari perempuan tersebut tidak mengenakan jilbabnya dengan benar.

Seperti dimuat Al Arabiya pada Minggu (25/12), Uni Eropa saat ini diketahui tengah menilai dampak dari larangan yang diskriminatif tersebut terhadap bantuannya kepada Afghanistan.

"Uni Eropa mengutuk keras keputusan Taliban baru-baru ini untuk melarang perempuan bekerja di LSM nasional dan internasional. Kami sedang menilai situasi dan dampaknya terhadap bantuan kami di lapangan,” kata jurubicara kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell.


Uni Eropa adalah penyandang dana utama dari organisasi bantuan yang bekerja di Afghanistan. Atas kekuasaannya tersebut membuat negara tersebut mempertimbangkan kucuran dananya pada organisasi bantuan di Afghanistan.

Menurut jurubicara Borrell, Nabila Massrali mengatakan, Uni Eropa sejauh ini akan terus memerjuangkan kesejahteraan, hak, dan kebebasan rakyat Afghanistan dari segala bentuk pembatasan-pembatasan yang dilakukan Taliban.

"Larangan perempuan bekerja untuk LSM adalah pembatasan keras lainnya terhadap kemampuan perempuan di Afghanistan untuk melaksanakan hak asasi manusia dan kebebasan mendasar mereka dan pelanggaran yang jelas terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan," ujarnya.

Peraturan yang diberlakukan pada Sabtu (24/12) ini hanya berselang tiga hari setelah mereka juga melarang anak-anak perempuan untuk masuk kuliah. Larangan terbaru ini semakin memicu kemarahan dan kecaman dari negara lain kepada Taliban.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya