Berita

PDIP akan berusaha meraih angka 30 persen legislator perempuan pada 2024/RMOLJatim

Politik

PDIP Targetkan 30 Persen Kuota Perempuan Duduki Legislatif pada 2024

MINGGU, 25 DESEMBER 2022 | 01:31 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Peran perempuan sangat penting dalam mengisi pembangunan bangsa dan negara. Termasuk peran perempuan untuk terjun dalam dunia politik, menjadi keharusan saat ini, guna ikut berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.

Hal ini yang ditunjukkan PDI Perjuangan Jatim terkait peran perempuan dalam dunia politik untuk berkontribusi mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dalam seminar peringatan Hari Ibu 2022 yang mengembil tema "Refleksi kongres perempuan dalam implementasi zaman", dengan sub tema "sharing dan exposure pengalaman para kader perempuan partai di tingkat legislatif dan eksekutif", di Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Sabtu (24/12).

Berapa narasumber yang hadir di antaranya pengurus DPP PDI Perjuangan di DPR RI, seperti Puti Guntur Soekarno Putri, Sri Rahayu, Sadarestuwati, dan Indah Kurnia. Lalu beberapa Kepala Daerah perempuan di Jatim dari PDI Perjuangan seperti Walikota Batu, Dewanti Rumpoko; dan Wakil Walikota Madiun, Indah Raya.


Serta anggota DPRD Jatim perempuam dari Fraksi PDI Perjuangan turut menjadi pembicara dalam acara yang dikemas secara hybrid tersebut.

Menurut Sri Untari, acara ini digelar untuk memberikan motivasi kepada kader kader perempuam PDIP untuk lebih maksimal lagi dalam menjalankan intruksi partai untuk selalu bersama rakyat, di balik kodratnya sebagai perempuan sebagai ibu rumah tangga.

"Data yang ada di jatim, 30-40  perempuan yang ada, mulai baik pengurus mulai DPD sampai pengurus ranting dan kader diluar atruktur, yang siap menjalankan intuksi Ketua Umum bu Megawati untuk selalu berada di tengah masyarakat, menangis dan tertawa bersama masyarakat," ucap Sri Untari.

"Ini kita lakukan agar mereka punya kemampuan dan integritas lebih lagi dalam membangun kebersamaan partai dengan masyarakat," lanjutnya.

Kata Untari, yang lebih utama adalah meminta mereka agar dalam aktivitasnya tidak mengabaikan tugas kodratnya sebagai perempuan dalam keluarganya.

"Ini penting sehingga mereka bisa membagi waktu. Sebab peran perempuan sangat penting bagi pembangunan demokrasi di negara ini. Demokrasi tidak akan berjalan dengan baik tanpa kesetaraan perempuan dan laki laki," tegasnya.
Ini juga ditegaskan Sri Rahayu Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga anggota DPRRI yang meminta Perempuan khusunya yang masuk sebagai kader PDI Perjuangan, harus bekerja keras lagi, serta membuktikan bahwa perempuan tidak harus mendapatkan fasilitas karena persoalan gender 30 persen.

"Perempuan adalah sosok yang kuat dan bisa mandiri. Maka perempuan harus bisa bangkit sendiri dengan kekuatan yang dimiliki," ujarnya.

Sementara menurut anggota DPR, Indah Kurnia, perempuan adalah sosok yang kuat dan luarbiasa. Perempuan bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

"Sehingga perempuan jangan hanya mengandalkan 30 persen persoalan gender. Perempuan harus bisa menjadi sosok membangakan yang bisa memberikan bukti untuk bisa berkontribusi guna pembangunan bangsa dan negara," tuturnya.

Sedangkan anggota DPRRI Puti Guntur Soekarno Putra mengatakan, perempuan harus memiliki sifat multitalenta bila ingin berperan lebih lagi, di luar tanggung jawab kodratnya sebagai perempuan.

Untuk itu urusan domestik (rumah tangga) harus selesai terlebih dahulu dalam diri perempuan. Sebab ini katanya akan membuat perempuan mudah dalam melakukan berbagai kegitan di luar urusan wajib di keluarga yang menjadi kodrat perempuan.

"Perempuan yang berpolitik akan mudah dalam menjalankan tugas tugas kepartaiannya,  bila bisa benar-benar membagi waktunya. Perempuan  harus berani, berpikir cerdas, dan progresif. Dengan begitu makan akan membuat perempuan bisa diterima ditengah tengah masyarakat dan aktifitasnya," tegasnya.

Ini juga diamini Walikota Batu, Dewanti Rumpoko. Menurutnya perempuan bisa berkiprah maksimal bila sudah selesai urusan keluarga dalam artian mendapat izin dan dukungan penuh anak dan suami.

"Dengam dukungan penuh keluarga, anak dan suami. Maka perempuan yang berkiprah dalam dunia politik akan lebih maksimal lagi perannya untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara, khususnya dalam mewujudkan apa yang menjadi amanah PDI Perjuangan yakni mensejahterakan masyarakat," pungkasnya. 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya