Berita

Sidang kasus KSP Indosurya/Net

Hukum

Tidak Masalah Henry Divonis Ringan, Korban KSP Indosurya Lebih Ingin Kerugian Dikembalikan

KAMIS, 22 DESEMBER 2022 | 22:57 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ratusan korban penggelapan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, ramai-ramai memadati ruang sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. Kehadiran mereka, untuk melihat wajah Ketua KSP Indosurya Henry Surya yang direncanakan akan dihadirkan dalam sidang pada Rabu (21/12).

Hanya saja, harapan itu pupus, karena Majelis Hakim menetapkan pemeriksaan terdakwa Henry Surya yang disebut merugikan korban KSP Indosurya mencapai sekitar Rp 106 triliun itu dilakukan secara daring.

Richard, mewakili ratusan korban yang didampingi M. Ali Nurdin selaku kuasa hukum menuturkan, saat hadir ke pengadilan kemarin, dia berharap jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Agung akan mengutamakan kepentingan dari korban KSP Indosurya.


“Kami mendengar jaksa telah menyita aset dari Indosurya yang jumlahnya juga mencapai triliunan rupiah. Nah, kami harap tuntutan jaksa nanti menyita aset itu untuk dikembalikan kepada korban,” ujar Richard kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/12).

Menurutnya, pengembalian dana yang menjadi harapan ratusan korban itu barangkali juga mewakili ribuan anggota KSP Indosurya di seluruh Indonesia.

"Karena itu, korban sungguh menggantungkan nasibnya kepada jaksa dalam persidangan kasus penipuan dan penggelapan KSP Indosurya dengan terdakwa Henry Surya," tuturnya.

Bahkan, kata Richard, kalaupun akhirnya pengadilan memutuskan vonis ringan bagi Henry Surya, hal itu bukan masalah selama kerugian korban bisa dikembalikan utuh.
 
“Kami tidak masalah ketika jaksa nanti menuntut hukuman rendah Henry Surya. Cuma bagi korban yang penting dana bisa kembali,” katanya.

Pada sisi lain, Richard meyakini, JPU pada persidangan kasus tersebut dapat memahami dan bisa memenuhi apa yang menjadi harapan korban KSP Indosurya.

“Intinya harapan kami sebagai korban adalah kerugian kami bisa dikembalikan," pungkasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

UPDATE

Nicko Widjaja: Investasi ke TaniHub Bukan Kehendak Pribadi

Kamis, 04 Juni 2026 | 22:07

Bos BEI Minta Investor Tidak Panik saat IHSG Anjlok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:57

Di Tengah Gejolak Global, Investor AS Tetap Lirik Peluang di Bali

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:56

Pimpinan Baru BGN Fokus Optimalkan MBG ke Daerah 3T

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:36

Istana Beri Sinyal Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:29

Kejagung: Dapur MBG Afiliasi Dadan Cs Tetap Jalan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:22

Legislator PDIP Dorong Kejelasan Skala Prioritas Kurikulum Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Sinergi Polda Sumsel, PTPN IV Optimalkan Sistem Pengamanan Aset Perkebunan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Kepala dan Dua Wakil BGN Baru Dilantik Senin Besok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:17

Sesuai Survei, Kinerja Pertamina Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:13

Selengkapnya