Berita

Kabinet Indonesia Maju/Net

Politik

Charta Politika: 61,8 Persen Responden Ingin Jokowi Rombak Kabinetnya

KAMIS, 22 DESEMBER 2022 | 20:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dalam hasil survei Charta Politika mayoritas publik mengaku puas dengan kinerja para pembantu Presiden Joko Widodo di kementerian. Namun demikian, sebanyak 61,8 persen menyatakan setuju untuk dilakukan perombakan kabinet.

Catatan tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya dalam penyampaian hasil survei Charta Politika bertemakan Catatan Akhir Tahun: Persepsi Publik dan Proyeksi Politik Menuju 2024, secara daring, Kamis (22/12).

Yunarto mengurai, sebanyak 60,5 persen responden puas terhadap kinerja menteri. Hanya 32,7 persen tidak puas.


"Walaupun responden kita kebanyakan mengatakan lebih banyak puas, tetapi mereka lebih banyak setuju ketika ditanyakan terkait dengan rencana adanya reshuffle, setuju atau tidak,” kata Yunarto.

Ia menyampaikan sebanyak 61,8 persen yang menyatakan setuju Presiden Joko WIdodo untuk mereshuffle kabinetnya. Kata Yunarto, untuk meninggalkan legacy, yang paling penting dan jadi pekerjaan rumah bagi Jokowi adalah memastikan bukan hanya dirinya tetap dicintai masyarakat tetapi kinerja dari menteri-menteri secara sektoral.

"Itu juga bisa menopang kepercayaan dan kepuasan publik terhadap beliau,” tegasnya.

Dia menambahkan jelang tahun pemilu dalam waktu dekat ini, ada beberapa menteri Jokowi yang diproyeksikan akan maju menjadi kandidat calon presiden dan wakil presiden, sehingga Jokowi diminta untuk memantau kinerja menterinya saat ini agar tidak sibuk dengan agenda 2024.

Survei sendiri dilakukan pada tanggal 8–16 Desember 2022, melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Jumlah sampel sebanyak 1220 responden, yang tersebar di 34 Provinsi. Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (2.83 persen) pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya