Berita

Dua saksi dalam sidang Andi Desfiandi, Rabu (21/12)/RMOLLampung

Politik

Sidang Suap Rektor Unila, Ahmad Akui Ada Peran Zulhas Saat Anaknya Ingin Masuk Fakultas Kedokteran

RABU, 21 DESEMBER 2022 | 20:39 WIB | LAPORAN: TUTI NURKHOMARIYAH

Majelis Hakim menghadirkan Ahmad, orang tua ZAG yang diduga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) hasil titipan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan untuk memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (21/12).

Ahmad menjadi salah satu saksi dalam perkara suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) Unila dengan terdakwa penyuap Rektor Unila, Andi Desfiandi.

Ahmad menjelaskan, dirinya menghubungi Zulhas setelah diberi arahan oleh kakaknya, Helmi Yusuf. Helmi merupakan teman sebangku Zulhas saat SMA.


"Pertama saya telpon gak diangkat, besoknya saya telpon bilang adiknya Helmi dan minta masukan untuk anak kami yang mau daftar Kedokteran Unila, gak direspon" katanya.

"Setelah itu, anak saya lulus. Saya Whatsapp untuk ucapkan terimakasih tapi gak direspon. Kemudian telpon dan dia bilang sukses ya, sudah sampai situ aja," sambungnya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLLampung.

Ia mengaku memang sempat ditawari bantuan untuk meloloskan anaknya di Kedokteran Unila oleh Guru MTSN Tanjungkarang Tugio lewat Dosen Unila Mualimin, namun ia tolak.

"Mualimin chat siap bantu masalah anak saya, dia kirimkan daftar kebutuhan tapi tidak saya respon. Kalau Agus Faisal (Dosen UIN RIL) juga sempat tawarkan buat bantu tapi saya bilang terimakasih saja," katanya.

Sementara itu, Ahmad mengaku memang pernah bertemu Ketua Apindo Lampung Ary Meizari Alfian, tapi membahas soal usaha, bukan soal Unila. Itupun di bulan Agustus setelah anaknya dinyatakan lulus di Unila.

"Pas selesai acara, dia tanya 'anaknya masuk ke mana', saya bilang masuk kedokteran dibantu Pak Zul, dia bilang 'selamat ya, saya kenal dengan Pak Zul'," jelasnya.

Ia menegaskan tidak pernah memberikan uang suap kepada siapapun untuk meloloskan anaknya. Dirinya hanya membayar Rp 250 Juta untuk Sumbangan Pembiayaan Institusi (SPI) dan Rp 17,5 Juta untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT).

"Saya bayar Rp 250 juta untuk SPI dan UKT Rp 17,5 juta ke rekening atas nama unila. Memang Agus pernah ke rumah saya tapi saya tolak, saya ingin jalur normal saja," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya